Pasar Pendopo Akan Ditertibkan

 1,515 total views,  2 views today

Sempitnya ruas di Pasar Pendopo, Talang Ubi menjadi salah satu alasan pasar tersebut akan segera ditertibkan

Sempitnya ruas di Pasar Pendopo, Talang Ubi menjadi salah satu alasan pasar tersebut akan segera ditertibkan

PALI – Kondisi jalan di kawasan Pasar Inpres Pendopo, Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  saat ini sudah dirasakan sempit. Areal pasar yang memiliki luas sekitar  satu hektar ini tak mampu membendung aktivitas masyarakat PALI yang melakukan aktivitas jual beli maupun yang lalu lalang disana setiap harinya.

Keberadaan pedagang yang berjualan di sisi jalan maupun di emperan, ditambah parkir berlapis, membuat kondisi pasar semakin semrawut. Belum lagi aksi bongkar muat barang oleh mobil jenis box maupun truk, kerap kali menyebabkan kemacetan di ruas jalan pasar tersebut.

Kondisi ini sebetulnya disadari oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) PALI.

“Memang kondisi pasar inpres sekarang sudah sempit. Dari dulu memang sudah semrawut. Makanya saat ini kita sedang mencari solusinya, agar pasar kita menjadi tempat yang nyaman untuk melakukan aktivitas jual beli maupun berlalu lintas. Apalagi saat ini Talang Ubi sudah menjadi ibukota Kabupaten,” kata Drs Kusmayadi, Kepala Disperindagkop dan UKM.

Hanya saja, sampai detik ini belum ada tindakan apapun dari pihak-pihak terkait guna mengatasi persoalan kesemrawutan di pasar terbesar di Talang Ubi ini.

Menurut Kusmayadi, untuk melakukan penertiban terkhusus kepada pedagang di pasar tersebut, pihaknya tidak bisa sendiri. Perlu koordinasi dan kerjasama dengan intansi terkait lainnya, baik itu Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) maupun Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) setempat.

“Untuk menertibkan mereka kita perlu tim. Tentu juga, kalau mereka kita tertibkan, kita harus ada solusi. Nah, ini yang sedang kami cari,” terang Kusmayadi.

Meski kondisinya demikian, pihaknya janji Kusmayadi, akan segera menertibkan pedagang yang berdagang di Pasar Inpres ini. Disperindagkop dan UKM selaku instansi yang dipimpinnya itu, akan memulainya dengan memagar lokasi pasar.

“Penertiban akan kami lakukan. Namun sebelumnya kami akan membangun pagar keliling area pasar, sekaligus melakukan pengerasan lantai tempat jualan,” ungkapnya.

Sebelum itu semua dilakukan, pihaknya lanjut Kusmayadi, dalam hal ini berupaya melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada pedagang khususnya yang berjualan bukan pada tempatnya, seperti di pinggir jalan ataupun emperan.

“Kita lakukan pendekatan secara pelan-pelan. Kita beri pengertian. Penertiban ini tak bisa sekaligus. Seperti para penjual ikan, kita beri pengertian agar tidak berjualan sembarang, karena akan mengganggu arus lalu lintas. Namun, kita juga belum tahu akan dialihkan kemana mereka setelah dialihkan,” paparnya.

Dengan permasalahan ini, sambung Kusmayadi, sangat sulit pasar inpres ini dilakukan penataan. Untuk itu pula, kedepan alias di waktu-waktu mendatang, pihaknya merencanakan akan membangun pasar yang lebih representatif untuk Kabupaten.

“Kalau kita mau menata, lokasinya harusnya lebih luas. Sedangkan pasar sekarang tidak memungkinkan untuk dilakukan perluasan. Kedepan, kita akan bangun pasar representatif. Pasar lama, mungkin bisa kita jadikan pasar pagi,” tandas KusmayadiSeraya mengungkapkan, bahwa pasar inpres Pendopo yang diresmikan pada tahun 1981 silam ini setahu dia baru sekali dilakukan rehab, yakni pada tahun 2007 lalu.

 

Teks     : Indra Setia Haris

Editor   : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster