Manajer Security PTBA Terancam 9 Tahun Penjara

 278 total views,  2 views today

MUARAENIM – Manajer Security PT Bukit Asam (PT BA), Iskandar Zulkarnain terancam hukuman 9 tahun  penjara. Ia bakal dijerat oleh penyidik dari Kepolisian Resort (Polres) Muaraenim dengan pasa 335 KUHP tentang Pengancaman dan UU Darurat Nomor 12 tahun 1951.

“Selain pasal pengancaman, penyidik masih meneliti, apakah unsur-unsurnya telah memenuhi untuk dikenakan UU Darurat, dalam penanganan kasus Manajer Security PT BA ini. Yang jelas, kita tetap profesional, tidak tebang pilih, siapa pun juga, di mata hukum tetap sama,” kata Kapolres Muaraenim, AKBP Mohamad Aris didampingi Waka Polres Hans Rahmatullah dan Kabag Ops Kompol Sutrisno usai acara gelar ungkap kasus di halaman Mapolres Muaraenim, kemarin.

Diakui Aris, penyalahgunan senjata tentu ada pidananya, sebab peruntukan airsoft gun sangat jelas. Hal inilah, terangnya yang harus dimengerti oleh pemilik senjata jenis airsoft gun, agar jangan sampai salah arah.

Dalam kasus yang ditangani penyidik Polres Muaraenim terang Aris, Polres telah melakukan pemeriksaan, baik dari pelapor (korban,red) maupun terlapor (Iskandar) serta saksi-saksi lainnya.

Mengenai senjata airsoft gun milik terlapor terangnya, telah disita untuk dijadikan barang bukti (BB). Bahkan, senjata itu, ikut dihadirkan juga dalam gelar ungkap kasus bersama barang bukti lainnya. Ini jelasnya membuktikan, bahwa Polres Muaraenim sangat serius dalam penanganan dan pengungkapan kasus yang terjadi.

Terkait, kenapa Manajer Secuirity PT BA tidak ditahan, hal itu jelas Aris dikarenakan, ada beberapa pertimbangan. Diantaranya, terlapor kooperatif, tidak mungkin melarikan diri, disamping itu juga, terlapor masih menjalankan pekerjaannya sebagai Manajer Security. “Pertimbangan itu lah yang membuat kenapa terlapor, tidak ditahan. Namun dia dikenakan wajib lapor. Dalam satu, dua kali ia harus melapor ke penyidik,” terangnya.

Untuk pemeriksaan selanjutnya, Aris belum bisa memastikan kapan waktunya. Tentunya jelas dia, jika penyidik masih memerlukan keterangan lagi maka penyidik akan memintai keterangan saksi-saksi lainnya, untuk melengkapi keterangan yang ada.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Manajer Security PT BA, Iskandar Zulkarnain diduga telah melakukan pengancaman dengan senjata jenis airsoft gun jenis kepada Kades Tanjung Raja, A Halik (60) dan Ketua Pemuda Peduli Tanjung Raja, Siswanto (31).

Penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polres Muaraenim telah memintai keterangan kedua korban, Rabu (5/3) lalu. Staf Security PT BA, Jumanto sebagai saksi, juga telah dimintai keterangan oleh Polsek Lawang Kidul, Selasa (4/3) lalu.

Sementara Iskandar Zulkarnain yang dijadwalkan pemeriksaan, Senin (10/3), berhalangan hadir dikarenakan masih berada di Jakarta, baru diambil keterangannya Rabu (13/3). Dalam pemeriksaan itu, ia dicecar oleh penyidik dengan 20 pertanyaan selama empat jam.  Sementara BB, senjata jenis airsoft gun baru disita petugas dengan langsung mendatangi kantor Security PT BA pada Kamis (14/3).

 

TEKS             :  SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster