Empat Kabupaten Rawan Kabut Asap

 264 total views,  2 views today

PALEMBANG – Masyarakat di Sumatera Selatan (Sumsel) dihimbau, untuk mewaspadai dampak dari kabut asap yang mulai menyelimuti sebagian wilayah di Sumsel.  Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel mulai diselimuti kabut asap.

“Walaupun curah hujan rendah di bulan Maret, mudah-mudahan Palembang masih aman untuk titik api (hotspot). Tetapi Palembang kami prediksi rawan kabut asap, karena titik api akan terjdi di empat kabupaten/kota di Sumsel, jadi harus waspada,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi, Stasiun Klimatologi BMKG Kenten Palembang, Indra Purnama, Minggu (16/3).

Indra menyebutkan, empat kabupaten yang rawan titik api diantaranya Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Musi Banyuasin (Muba). “Dampak cukup besar dari rawannya titik api di empat kabupaten ini, yakni mengganggu aktivitas transportasi, apalagi penerbangan yang sangat berpacu pada cuaca,” bebernya.

Menurut Indra, kondisi curah hujan saat ini 100 mili meter, sedangkan intensitas normal curah hujan 300 mili meter. Katanya, hal tersebut menyebabkan penurunan temperatur permukaan laut tinggi,  sehingga uap air untuk pembentukan awan berkurang di Sumatera.

“Sebenarnya sudah terjadi kabut asap di dua kabupaten yakni Muba dan Musi Rawas (Mura), yang disebabkan oleh kiriman dari Jambi dan Riau. Sedangkan untuk pemantauan titik api dari pantauan BMKG, masih nihil,” ujarnya.

Ia menerangkan, ada empat kabupaten/kota di Sumsel yang rawan kabut asap. Yakni Palembang, OI, OKI, Banyuasin, dan Muba. Di empat kabupaten tersebut, kabut asap berasal dari titik api yang tersebar di masing-masing kabupaten sementara untuk Palembang, mendapatan kiriman asap dari empat kabupaten tersebut.

Ia juga menerangkan, menurunnya curah hujan di Maret membuat potensi munculnya titik api di empat kabupaten di Sumsel cukup tinggi. Masyarakat yang tinggal di empat kabupaten tersebut dimintainya, untuk berhati-hati dan tidak  membuka lahan perkebunan dengan cara membakar lahan, sebab bisa memunculkan titik api.

“Warga di Mura dan Muba juga dihimbau untuk hati-hati, akan kabut asap. Sebab wilayah kedua kabupaten itu, berdekatan dengan Jambi sehingga dikuatirkan kabut asap akan terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya akibat kabut asap, operasional Bandar Udara (Bandara) Silampari ditutup sementara dari aktivitas penerbangan.  “Sudah satu minggu terakhir, kabut asap tebal menutup wilayah udara Mura dan Lubuklinggau. Sehingga jarak pandang hanya 1000 meter, padahal normalnya untuk penerbangan jarak pandang mencapai 4000 meter. Karenanya, operasional bandara kita tutup sementara,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Mura, Ari Narsa JS, Jumat (14/3) lalu.

Sementara itu di Baturaja, kabut asap juga mulai terlihat. Kabut asap tersebut, sudah mulai menganggu jarak pandang. Kendaraan bermotor yang melintas di pagi hingga siang hari, dipaksa untuk menyalakan lampu utama kendaraan mereka. Kabut asap ini, juga dikeluhkan masyarakat karena menganggu pernafasan.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster