Waspadai Penyelenggara Haji dan Umroh Nakal

 269 total views,  2 views today

SEPERTI  yang pernah terjadi di Sumatera Selatan, banyak di antara kita yang menjadi korban penyelenggara haji dan umroh. Ketika mereka sudah menyetor sejumlah uang yang ditetapkan tetapi pada kenyataannya tidak diberangkatkan ke tanah suci Mekah dan Madinah.

Menyikapi banyaknya  kejadian seperti itu  Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh segera memanggil pengelenggara/travel perjalanan umroh nakal terkait munculnya kejadiaan jamaah umroh telantar. Menurut Dirjen PHU Anggito Abimanyu  pihaknya sudah memberikan teguran tertulis keras dan akan dilakukan pemanggilan dengan sanksi yang akan ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebab akhir-akhir ini, katanya, beberapa travel atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) telah melakukan kerja sama dengan non-PPIU yang berakibat pada ketidakpastian terhadap pelayanan ibadah maupun pelayanan hotel dan lainnya di Arab Saudi. Ada empat travel PPIU yang bekerja sama dengan travel non-PPIU dan tiga travel PPIU yang tidak membuat laporan keberangkatan umrah.  Oleh karena itu pihaknya memberikan teguran tertulis.

Dia menjelaskan, jumlah PPIU yang terdaftar hingga Februari 2014 sebanyak 572 PPIU atau meningkat 42 dibandingkan data pada akhir 2013 (430 PPIU).  PPIU yang memiliki izin sebagai penyedia visa (visa provider) umrah adalah PPIU yang telah memiliki kerja sama dengan pihak pelayanan umrah di Arab Saudi, dan jumlahnya sebanyak 108 PPIU.

Menurut ketentuan yang berlaku, provider visa umrah dapat mengalihkan visa yang diperoleh dari pihak Kedubes Arab Saudi di Jakarta kepada penyelenggara/travel lainnya sepanjang travel tersebut adalah PPIU yang mendapatkan izin dari Kementerian Agama. Sedangkan provider atau PPIU lainnya dilarang melakukan kerja sama atau konsorsium dengan travel wisata yang bukan PPIU. Akan dilakukan pemanggilan dengan sanksi yang akan ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bagi Biro Perjalanan Wisata yang menelantarkan jamaah umrah telah dilaporkan ke pihak berwajib.

Kita sangat mengharapkan Kemenag benar-benar memperhatikan masalah tersebut karena telah banyak korbannya termasuk para jamaah yang berada di Palembang dan Sumatera Selatan ini.

Kita mendukung langkah Kemenag pertama, bekerja sama dengan imigrasi dan kepolisian dalam melakukan pengawasan langsung (on the spot) di Bandara. Di samping itu, bekerja sama dengan pihak Angkasapura untuk membuka posko di Bandara Soekarno-Hatta segera;  Kedua, memberlakukan kewajiban pendataan kedatangan, pelayanan dan kepulangan jamaah secara elektronik kepada seluruh PPIU yang menyelenggarakan umrah mulai April 2014;  Ketiga, memutakhirkan data PPIU resmi melalui direktori haji khusus dan umrah, situs www.haji.kemenag.go.id atau call center 500-425 untuk memperoleh informasi mengenai PPIU resmi.

Keempat, mengaktifkan peran Kabid Haji di Provinsi dan Kabupaten seluruh Indonesia dan Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai travel resmi penyelenggara umrah; dan kelima, melakukan pengawasan kepada PPIU maupun calon PPIU dengan persyaratan perizinan yang lebih ketat. Dengan langkah tersebut modus yang dilakukan oleh penyelenggara haji dan umroh nakal akan dapat digagalkan sehingga tak ada korban di tengah-tengah masyarakat. (Sarono P Sasmito)





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster