Hujan Datang, Rumah Tergenang

40 total views, 3 views today

Simpang Empat Talang Ubi saat banjir dan setelah banjir.

Simpang Empat Talang Ubi saat banjir dan setelah banjir.

PALI – Bagi warga Simpang Empat, Kelurahan Talang Ubi Timur, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), hujan deras selalu membuat rumahnya tergenang. Genangan air bervariasi antara 10 cm-30 cm.

Banjir mulai menggenangi rumah warga saat hujan turun sangat deras pada Kamis (13/3), malam. Warga yang tertidur lelap kaget saat air memasuki halaman rumahnya. Bahkan, kasur warga pun turut tergenang.

Hal itu seperti yang dialami Salfin, warga Simpang Empat, Talang Ubi Timur. Menurutnya, huaj deras mengakibatkan tempat tinggalnya tergenang. “Saat kamis sedang tidur, tahu-tahu kasur sudah basah semua. Saat dilihat air sudah setinggi lutut,” tuturnya.

Dengan terpaksa, sambung Salfin,  malam itu dirinya harus menyelamatkan barangnya agar tidak terkena air. Televisi dan alat elektronik dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi lagi. “Sekitar pukul 23.00 WIB, air menggenangi rumah. Ya, sekitar pukul 04.00 WIB, air mulai surut,” ujarnya.

Demikian juga yang dialami oleh Adi, warga yang sama. Dirinya terpaksa harus menimba air yang masuk rumahnya untuk dibuang. “Hari ini (Jumat) tepaksa tidak kerja karena bersihkan rumah dulu. Coba lihat, lumpur semua,” kata Adi yang bekerja di salah satu perusahaan swasta itu.

Lain lagi dengan H. Anjas, setiap kali hujan deras datang, ia selalu harus membersihkan pekarangan dan rumahnya. “Kalau hujan deras ya beginilah, habis waktu hanya untuk bersih-bersih,” kata pedagang pakaian di Pasar Inpres Pendopo ini.

Menurut Haji Anjas, banjir yang menggenangi rumahnya dan puluhan rumah lainnya ini sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu. Setiap hujan datang rumah mereka selalu kebanjiran. Hal ini disebabkan oleh sempitnya saluran air dan gorong-gorong yang ada disitu. Meskipun sudah ada gorong-gorong besar dibangun disitu, tapibanjir tetap datang.

“Gorong-gorongnya bukan dibangun ke dalam tanah, tapi meninggikan jalan, akibatnya bukan banjir berkurang justru bertambah parah. Seharusnya gorong-gorongnya ditanam kedalam tanah jadi airnya masuk semua ke gorong-gorong bukan meluber  seperti ini,” jelas Anjas.

Ia berharap, Pemkab PALI dapat melebarkan saluran air dari Talang Miring dan Pasar Bayangkara menuju Simpang Empat. Disamping itu mereka berharap juga Agar parit yang ada disisi jalan di Simpang Empat diperlebar lagi. Gorong-gorong tinggi yang ada di Simpang Empat juga hendaknya dibuat lebih dalam agar dapat menampung air lebih banyak lagi.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com