Awas, Pohon Nyaris Roboh Dibiarkan Begitu saja

 185 total views,  2 views today

pohon karet berukuran besar yang nyaris roboh di Jalan Merdeka Kota Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tepat di sebelah Kantor PLN Rayon Pendopo

Pohon karet berukuran besar yang nyaris roboh di Jalan Merdeka Kota Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tepat di sebelah Kantor PLN Rayon Pendopo

PALI – Keberadaan pohon karet berukuran besar yang nyaris roboh di Jalan Merdeka Kota Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tepat di sebelah Kantor PLN Rayon Pendopo dikeluhkan warga dan sejumlah pengendara yang melintas.

Ironisnya, meski mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan, pohon tersebut terkesan dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya penebangan. Jika masih dibiarkan, akan mengancam keselamatan baik warga maupun pengguna jalan yang melintas.

Warga mendesak agar pihak terkait segera menindaklanjuti masalah tersebut agar tidak ada jatuh korban.

Pantauan KabarSumatera, pohon karet tersebut tumbuh disisi sungai kecil yang ada disitu. Karena tergerus erosi sehingga pohon itu condong 45 derajat dan nyaris rubuh. karena terganjal pipa yang ada disitu sehingga kayu itu tidak jatuh ketanah.

Hal itu yang dikeluhkan  Herman J, warga Jalan Merdeka Talang Ubi Kabupaten PALI. Menurut Herman, dirinya  merasa kesal, setiap kali melintasi di Jalan Merdeka dimana terdapat  pohon karet yang sudah miring hampir menimpa menutup jalan dan mengancam siapa saja yang lewat.

Lanjutnya, sudah satu minggu, pohon karet itu dibiarkan saja oleh Dinas PU Kabupaten PALI tanpa ada usaha untuk menebang atau memindahkannya. Setiap mobil yang lewat, ranting pohon karet tersebut menyapu atapnya dan meninggalkan goresan.

“Tiap kali lewat disana, selalu was-was, takut ditimpa batang karet itu. Apa harus menunggu  roboh dan makan korban sampe mati baru ditebang,” ujar Herman kesal.

Keluhan Herman juga diungkapkan oleh Tofik, warga Talang Pegang kecamatan Talang Ubi. Ia merasa heran, setiap hari ribuan kendaraan lewat namun tapi tidak ada upaya untuk memperbaiki.

Wong Pemkab terlihat juga tiap hari lewat sini, entah ngapa belum ditebang juga. Aku takut kayu itu rubuh nimpo orang yang melintas,” ujar Tofik.

Baik Herman maupun Tofik berharap, agar Dinas PU lebih peka terhadap masalah yang timbul ditengah masyarakat. Setiap kejadian yang bakal mengganggu kepentingan umum hendaknya segera dilakukan perbaikan.

“Seharusnya Dinas PU peka dan memiliki inisiatif agar persoalan dapat diselesaikan. Apalagi jalan itu satu-satunya akses menuju pusat kota. Masa harus nunggu pak Bupati untuk memperbaikinya,” keluh Tofik.

 

Teks   : Indra Setia Haris





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster