Wako Pagaralam Serahkan Bantuan Gubernur

 226 total views,  2 views today

Wali Kota Pagaralam dan Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan  Sumsel foto bersama usai penyerahan simbolis Bangub-1.

Wali Kota Pagaralam dan Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Sumsel foto bersama usai penyerahan simbolis Bangub-1.

PAGARALAM – Tahun 2014 ini, bantuan gubernur (bangub) untuk tiap-tiap kelurahan se-Kota Pagaralam mengalami kenaikan menjadi Rp 100 juta dari jumlah bantuan tahun lalu sebesar Rp 50 juta. Sebanyak 35 kelurahan yang ada di lima kecamatan di Pagaralam, berarti bantuan gubernur kali ini berjumlah Rp 3,5 miliar untuk Kota Pagaralam. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Wali Kota Pagaralam Hj Ida Fitriati bersama Staf Ahli Bidang Administrasi Ekonomi  Pembangunan Pemprov Sumsel, Muslimin, Kamis (13/3).

Wali Kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni menyampaikan agar bantuan yang diterima kelurahan ini dapat dipergunakan  sebaik-baiknya. Sanksi pidana atas penyelewengan bantuan gubernur (bangub) senilai Rp 100 juta per kelurahan ini akan dikenakan, sehingga bantuan yang ada benar-benar dapat tersalurkan karena saat ini tahap demi tahap penggelontoran bantuan keuangan kelurahan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, atau bantuan gubernur (bangub) senilai Rp 100 juta setiap kelurahan mulai berjalan.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Muslimin mengatakan, untuk belanja kegiatan ini harus sesuai dengan rencana yang sudah ditampung dalam daftar usulan rencana kegiatan (DURK). Tidak boleh di luar rencana. Namun, jika masih ada kegiatan  dilakukan di luar rencana, maka hal itu merupakan suatu pelanggaran. Kendati demikian, banyak hal yang harus dicermati dalam peruntukan bantuan ini, selain sesuai petunjuk juga harus tepat sasaran.

“Pengawasan bangub ini harus lebih ketat dan harus sesuai juknis yang ada dan tepat sasaran,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan (BPMK), Drs Samsul Bahri Burlian MSi mengatakan, pengawasan pihaknya akan lebih ketat sehubungan dengan kenaikan jumlah bantuan tersebut.

“Ada rincian-rincian tertentu yang dibagi per alokasi kegiatan,” kata Samsul seraya berujar dari jumlah Rp 100 juta untuk kegiatan dalam setahun tersebut dirincikan untuk program PKK sebesar Rp 15 juta, Posyandu Rp10 juta, Karang Taruna Rp10 juta, Administrasi Kelurahan sebesar Rp 4juta.

Kemudian sambungnya, ada pula dana untuk ekonomi produktif sebesar Rp 43,8 juta. Juga ada penambahan penghasilan P3N sebanyak Rp 7,2 juta serta penambahan LPMK senilai Rp 10 juta.
TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster