Peserta BPJS Kesehatan Capai 1,7 Juta Jiwa

 282 total views,  2 views today

Tampak petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedang melayani warga di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Kamis (2/1). Selain antrian yang cukup panjang warga juga mengeluhkan minimnya sosialisasi tentang ini, sehingga kebanyakan warga masih bingung untuk menggunakan layanan yang resmi diluncurkan 1 januari lalu. Foto : Bagus Kurniawan/KS

Tampak petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sedang melayani warga di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Belum genap triwulan pertama 2014, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat, kantor cabang BPJS Palembang mencapai 1,7 juta peserta. Kepala Cabang (Kacab) BPJS wilayah Palembang, Sudarto mengatakan, minat masyarakat untuk menjadi anggota BPJS Kesehatan meningkat dengan cepat.

Percepatan tersebut juga disokong dari perpindahan peserta dari beberapa program jaminan kesehatan lain baik dari TNI, Polri, eks Jamsostek, Jamsoskes, Askes, dan PNS dan ditambah pula oleh masyarakat mandiri.

“Nilai kepesertaan ini terdata dalam cakupan wilayah Kantor Cabang Palembang meliputi Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Muba, OKI, dan Ogan Ilir,” katanya, usai acara Sosialisasi BPJS bersama Korpri Sumsel di Halaman RS Mata Palembang, Kamis (13/3).

Ia menegaskan, dalam beberapa pekan terakhir masyarakat mandiri yang mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan perharinya bisa mencapai rata-rata 500 orang perharinya. Demi mengantisipasi lonjakan tersebut, BPJS menggandeng pihak perbankan, dalam hal ini, Bank Mandiri.

“Jika kantor kita terjadi penumpukan para calon pendaftar, maka Bank Mandiri yang beralamat di Jalan Rivai disediakan sebagai lokasi untuk mendaftar selain dari Kacabnya,” jelas dia.

Sudarto pun membantah jika terjadi indikasi tumpang tindih lantaran keberadaan Jamkesda yang saat ini terlebih dulu ada. Justru, dengan Jamsoskes Semesta yang telah dulu ada sejak 2009 silam lalu, justru disinergiskan kedepannya. “Mungkin ada yang belum sempurna. Lambat laun kita lakukan penyesuaian,” tegasnya.

Ia menegaskan, saat ini BPJS bisa digunakan di 19 rumah sakit, meliputi 6 RS Swasta, 2 RS milik TNI-Polri, 2 RS Khusus. Selebihnya rumah sakit yang berada didaerah. Saat disinggung mengenai pemenuhan kebutuhan obat, ia mengaku akan memberlakukan mekanisme Program Rujuk Balik.

Artinya, pasien yang sebelumnya berobat ke RS bisa melanjutkan kontrolnya di Puskesmas-puskesmas yang ada. “Untuk apotiknya pun sudah kami (BPJS) tunjuk,” tegas dia.

Sementara, Asisten III Bidang Kesra Setda Provinsi Sumsel, Ahmad Najib menilai, keberadaan BPJS ini cukup memberikan dampak positif bagi pelayanan kesehatan masyarakat Sumsel. Termasuk untuk permasalahan integrasi. “ Pemprov Sumsel sendiri, terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya bisa mengetahui langkah-langkahnya,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster