Pakai Pelet “Minyak Darah” Ari Gauli Siswi SMA

 220 total views,  2 views today

INDERALAYA – Memiliki ilmu pelet dan bermodal “minyak darah”, yang dibawanya dari Lampung, Ari Febian (22),  pria pengangguran warga Perumnas Darussalam I, Blok A No 6 Kelurahan Air Lintang, Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, berhasil memperdayai gadis yang diakui adalah kekasihnya L (16), warga Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir.

L, yang berstatus siswi sekolah menengah di Tanjung Raja disetubuhi pelaku hingga 8 kali. Mirisnya, apa yang dilakukan pelaku Ari , L menurut saja dan tidak bisa menolak apa yang diinginkan pelaku Ari.

Kuat dugaan, “minyak darah” yang dibeli Ari, ampuh dan mampu menghipnotis L, sehingga lupa diri.

Pelaku Ari berhasil dibekuk petugas Polsek Tanjung Raja pimpinan Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zaldi, Rabu (12/3), sekitar pukul 12.00 WIB di depan Pasar Tanjung Raja, setelah bekerja sama dengan orang tua korban.

Informasi yang didapat, pelaku Ari berkenalan dengan L, siswi sekolah menengah di Tanjung Raja melalui media sosial Facebook pada April 2013 lalu. Selanjutnya, pelaku menjalani asmara jarak jauh.

Pada 20 Februari lalu, pelaku Ari memberanikan diri bertemu korban L di Timbangan 32, Inderalaya. Pelaku yang mempunyai ilmu pelet dengan modal minyak “darah” lalu meminta korban L mencari rumah kos di Tanjung Raja.

Lantaran dibawah pengaruh ilmu pelet, korban nurut langsung mencari rumah kos tersebut. Lucunya, seluruh biaya kos ditanggung oleh L, yang baru dikenalnya.

Setelah dirumah kos, untuk memperdayai korban kembali, pelaku Ari mengoleskan minyak “darah” ke alis dan kumisnya. Lagi-lagi, korban L nurut dengan apa yang diinginkan L hingga terjadi hubungan layaknya suami istri. Kejadian itu berlangsung delapan kali dibawah ilmu pelet Ari.

Pelaku Ari yang merasa diatas angin dengan leluasa menyuruh korban L apa yang diinginkan. Bahkan, korban L dengan nurut setiap hari menyiapkan makan dan minum kekasihnya yang pengangguran. Kejadian tersebut berlangsung hingga 24 Februari lalu.

Kecurigaan mulai terkuak saat orang tua L curiga dengan gerak-gerik anaknya dan meminta uang kepada orang taunya. Setelah diintograsi orang taunya, L akhinya mengakui apa yang pernah dilakukan kekasihnya.

Orang tua L langsung melaporkan ke Polsek Tanjung Raja. Mendapat laporan, petugas langsung meminta korban L untuk menghubungi pelaku untuk bertemu. Setelah menentukan tempatnya, pelaku akhirnya dapat dibekuk petugas.

Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zaldi mengatakan, pelaku menggunakan ilmu pelet untuk memperdayai korban L.

“Ya, pelaku pakai minyak “darah” yang dibelinya dari Lampung dengan tujuan memperdayai perempuan. Pelaku terancam UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” ujarnya.

Semetara itu pelaku Ari saat ditemui mengakui jika dengan memoleskan minyak “darah” di alis dan kumisnya bisa memperdayai perempuan. “Cukup dioles, wanita yang lihat kita pasti terpana dan bisa diajak apa yang kita inginkan. Saya beli dari Lampung seharga Rp 70ribu,” pungkasnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster