PAD OKUS Baru Terealisasi Rp 2 M

 39 total views,  3 views today

*Retribusi Pasar Masih 0 Persen

MUARADUA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Selatan menargetkan tahun ini bisa mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 21 miliar. Namun sampai dengan 28 Februari lalu, PAD yang terealisasi baru 12,63 persen atau Rp 2.698.487.084.

Realisasi PAD tersebut menurut Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) OKU Selatan, Natalion, didapatkan dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Diantaranya Dispenda, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perindustrian, Pasar, Perdagangan, Koperasi dan UKM.

Kemudian Dinas Perikanan dan Peternakan, Perizinan Terpadu, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), RSUD serta Bagian Umum dan Aset. “Rinciannya di Dispenda baru terealisasi 14,9 persen, Dishubkominfo sebesar 2,06 persen, Disbudpar 4,46 persen, Bagian Umum dan Aset 13,50 persen, Perindagkop 7,85  persen, Pol PP 2,00  persen dan RSUD sebesar 35,17 persen,” kata Natalion yang dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (13/3).

Ia juga menjelaskan, ada retribusi yang saat ini masih nol persen realisasinya yakni dari retribusi pasar. Padahal jelas Natalion, dari retribusi itu pada tahun ini ditargetkan bisa menyumbangkan PAD sebesar Rp 220 juta pertahun. “Harusnya dari retribusi pasar ini, perbulannya bisa terkumpul Rp 20 juta. Namun sampai 28 Februari, realisasinya baru nol persen,” ucapnya.

Namun Natalion tetap yakin, target PAD tahun ini bisa dipenuhi. Dispenda sambungnya, terus berkoordinasi dengan SKPD-SKPD di lingkungan Pemkab OKU Selatan. “Setiap bulan, SKPD yang menjadi sumber PAD kita surati. Mereka kita minta, untuk melakukan terobosan agar target PAD di SKPD tersebut bisa terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian, Pasar, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Makmun didampingi Kabid Pasar, Windia Wati mengakui kalau retribusi pasar sampai saat ini realisasinya masih nol persen.

“Itu disebabkan ada kendala di internal kita, bendahara penerima PAD di kita sampai saat ini belum mengantongi Surat Keputusan (SK) untuk bisa menyetorkan PAD. Apabila dipaksakan, itu menyalahi aturan. Jika SK sudah ada, maka pendapatan dari retribusi pasar ini bisa langsung kita setorkan ke kas daerah,” bebernya.

Makmun menerangkan di Kabupaten OKU Selatan ada 10 pasar tradisional.Dari 10 pasar inilah, retribusi ditarik dari pedagang. “Namun dari 10 pasar itu, untuk Pasar Saka Selabung, penarikan retribusinya bukan kita yang mengelolanya melainkan diserahkan ke koperasi. Kita hanya mendapatkan 20 persen saja, dari retribusi tersebut,” tukasnya.

 

TEKS             : FITRI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com