MUI Haramkan Politik Uang

 170 total views,  2 views today

PALEMBANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Palembang, menghimbau bagi masyarakat di Kota Palembang, untuk pandai-pandai memilih wakilnya yang akan duduk di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) maupun DPR, baik itu DPRD kota, provinsi maupun DPR RI.

Ketua MUI Palembang. Saim Marhadan mengatakan, menjelang masa pemungutan suara dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April mendatang tentu banyak cara yang dilakukan calon legislatif (caleg), untuk menarik simpati masyarakat.

Salah satunya sebut Saim, dengan uang.”Jangan memilih, hanya karena diberi uang. Politik uang itu haram. Uang tersebut, sama saja dengan sogokan dan yang memberi suap atau yang menerima suap, itu sama-sama berdosa, neraka sudah menanti,” kata Saim dibincangi, Kamis (13/3).

Menurut Saim, apabila masih ditemukan politik uang, artinya masyarakat gagal menilai pentingnya pemilu. “Jangan pernah menganggap momen pemilu ini, sebagai lahan untuk mendapatkan sesuatu, baik dalam bentuk uang maupun barang,” ujarnya.

Saim menyarankan, bagi masyarakat khususnya masyarakat Palembang untuk memilih calon pemimpin yang baik, amanah, jujur, adil, beriman dan bertaqwa. Karena katanya, memilih pemimpin tersebut, hukumnya wajib.

“Masyarakat harus menyadari bahwa politik uang tersebut sesuatu prilaku yang salah, pemilu adalah panggilan dan sebagai rakyat yang baik adalah memilih pemimpin yang baik. Kalau pemimpinnya tidak baik, juga ikut berdosa,” ujarnya.

Saim berharap, bagi pemerintah maupun instansi terkait bisa mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat terjerumus. “Itu sudah menjadi tugas pemerintah untuk melakukan pembinaan,” tukasnya.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid menyebut, politik uang bukanlah prilaku demokrasi yang baik. Karena politik uang tersebut menurutnya, justru membunuh demokrasi.  “Politik uang, bukan cara yang mendidik. Baik caleg maupun masyarakat yang melakukan dan menerimanya, sama-sama rugi,” tukasnya.

 

TEKS             : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster