Mofu, Hero to Zero

 315 total views,  2 views today

Vendy Mofu

Vendy Mofu

PADANG – Sriwijaya FC harus menelan kekalahan dalam derby Sumatera di Stadion H Agus Salim, Padang, Kamis (13/3) malam. Kekalahan ini diterima Laskar Wong Kito, dari tuan rumah Semen Padang dengan skor 2-1 untuk keunggulan Kerbau Sirah (julukan Semen Padang).

Dengan hasil ini, anak asuhan Subangkit itu harus rela digusur Semen Padang di posisi ke lima klasmen sementara Indonesia Super League (ISL) wilayah Barat. Pada laga tersebut, gelandang bertahan Sriwijaya FC, Vendry Mofu pantas disebut Hero to Zero.

Mofu, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-28 setelah sebelumnya Semen Padang unggul 1-0 melalui Airlangga Sucipto di menit ke-13. Namun di menit ke-58, pemain asal Papua itu harus diusir keluar lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua.  Bermain dengan 10 orang, Semen Padang berhasil unggul melalui Esteban Vizcarra dari titik putih.

Jalannya Pertandingan

Di babak pertama, begitu kick off dibunyikan, kedua tim memperagakan jual beli serangan. Menit pertama, Semen Padang nyaris unggul cepat andai tendangan  Nur Iskandar tdak membentur rekannya sendiri.

Anak-anak Palembang, langsung merespon serangan itu. Umpan-umpan terukur Lancine Kone dan Oliver Ongfiang serta pergerakan Siswanto, membuat pertahanan tuan rumah kelabakan.

Namun Semen Padang berhasil menggetarkan gawang Sriwijaya FC yang dijaga Fauzi Toldo di menit ke-13 melalui Airlangga Sucipto, yang memanfaatkan bola rebound dari tendangan keras Nur Iskandar, sehingga papan skor berubah menjadi 1-0, untuk keunggulan tuan rumah.

Tertinggal, Siswanto, dkk meningkatkan intensitas serangan. Ongfiang nyaris menyamakan kedudukan, setelah melewati dua pemain bertahan Semen Padang. Namun saynag, bola hasil tendangannya berhasil ditepis kiper Semen Padang, Jandia

Akhirnya di menit ke-28, Sriwijaya FC berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Tendangan keras Siswanto dari luar kotak pinalti, tidak mampu diantisipasi dengan sempurna oleh Jandia, sehingga bola mampu diserobot Kone namun terlepas setelah bertabrakan dengan kiper. Mofu langsung mengejar bola, yang kemudian menceploskannya ke sudut gawang.  Kedudukan imbang ini, bertahan sampai babak pertama usai.

Dibabak kedua, Semen Padang meningkatkan serangannya. Namun berhasil dihalau oleh tembok pertahanan anak asuhan Subangkit tersebut. Di menit ke-58, Mofu dianggap melanggar Eka Ramdani sehingga wasit memberikannya kartu kuning kedua. Dua kartu kuning membuat mantan pemain Semen Padang itu, harus masuk ke kamar ganti lebih awal.

Perginya Mofu, menjadi malapetaka bagi Sriwijaya FC. Unggul jumlah pemain, Semen Padang semakin memborbardir lini pertahanan tamunya. Malapetaka bagi Sriwijaya FC itu, akhirnya datang juga di menit ke-67.

Wasit yang  memimpin pertandingan menunjuk titik putih, karena menganggap Jeki Arisandi melanggar Esteban Vizcarra di kotak terlarang. Vizcarra yang menjadi algojo,  berhasil mengelabui Fauzi Toldo. Tendangan pinatinya, tidak  bisa dibaca Fauzi sehingga Semen Padang unggul menjadi 2-1.

Walau bermain 10 orang, anak-anak Jakabaring tak mau  bermain bertahan. Beberapa kali, pemain Sriwijaya FC berhasil menekan pertahanan Semen Padang namun berhasil dimentahkan.

Begitu juga dengan Semen Padang, masih bernafsu untuk memperbesar keunggulan.  Menit ke-86, nyaris saja Airlangga Sucipto bisa menambah gol tuan rumah, namun bola tendangannya bisa ditepis Fauzi Toldo. Kedudukan 2-1 untuk keunggulan Semen Padang ini, bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.

 

TEKS             : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster