Polda Sumsel Amankan Lima Paket Sabu

 361 total views,  2 views today

Tahanan dan Barang Bukti Lima Paket Sabu

Tahanan dan Barang Bukti Lima Paket Sabu

PALEMBANG – Direktorat Narkoba, Polda Sumatersa Selatan, Senin (11/3), mencididuk Ahmad (29), saat asik bermain bilyard didekat kediamannya di Jalan Sukabangun, Kecamatan Sukarame, Palembang.

Penangkapan tersebut berkaitang dengan kepemilikan lima paket sabu sehaharga Rp 1,8 juta yang diduga untuk dijual dan dipakainnya.

Diakui Ahmad bahwa sabu yang diamankan petugas dibelinya dari seorang kurir.

Dari nyanyian Ahmad, hanya berselang setengah jam dari penangkapannya, petugas kembali berhasil meringkus seorang kurir yang bernama Haris Satria (30), warga Jalan Selamet Riadi, Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Tak ayal Haris pun kini menemani Ahmad tinggal dibalik jeruji penjara Polda Sumsel.

Penangkapan dua tersangka narkotika ini, bermula saat petugas menerima informasi dari masyarakat bahwa tersangka ini kerap bertransaksi dan mengkonsumsi.

Menanggapi laporan tersebut, setelah melakukan penyelidikan dan pengintaian selama satu pekan, akhirnya petugas berhasil meringkus dua orang tersangka ditempat yang berbeda.

Diakui Ahmad, bahwa setiap ingin mengkonsumsi serbuk haram itu, ia biasanya mengambil barang melalu Haris, tidak hanya menjadi pemakai ia juga ikut menjual sabu yang dibelinya dari Haris .

“Saya mengkonsumsi sabu itu hanya untuk penambah semangat kerja saja, kalau ada yang beli saya juga jual sabu itu,” tutur pria yang masih bujangan ini.

Sementara Haris mengaku kalau ia hanya sebagai kurir saja, sedangkan barang itu milik A, yang kini menjadi daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian. “Setiap kali mengambil barang, saya mendapat upah Rp 100 ribu, A merupakan tetangga saya sendiri,” jelas Haris, yang sehari-harinya bekerja dibengkel dinamo ini.

Direktur Narkoba Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Dedy Prasetyo, melaui Subdit III Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imam Ansory, saat ditemui membenarkan adanya penangkap tersebut.

“Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 112 Undang-Undang Narkotika, tentang menguasai, mengetahui, serta pengguna sabu-sabu, minal 5 tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penajara,” tandasnya.

Sementara itu di Kabupaten Ogan Ilir, Badri (47), kini harus mendekam dibalik jeruji Polres Ogan Ilir lantaran tersandung kasus narkoba karena lantaran terlibat pengedaran dan pemakaian sabu.

Pria yang tercatat sebagai warga Kopral Hanapiah, Kelurahan Tanjung Raja, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir (OI), dibekuk dirumahnya, Selasa (11/3), sekitar pukul 22.30 WIB, karena sudah menjadi Target Operasi (TO), Satuan Narkoba (Satnarkoba), Polres OI.

Dari tangan tersangka, petugas menyita satu paket sabu seharga Rp 600 ribu dan alat hisap (Bong) yang masih ada sisa pemakaian sabu serta alat komunikasi (HP).

Informasi dihimpun, penangkapa terhadap tersangka akibat banyaknya laporan dari masyarakat yang resah dengan tersangka lantaran kerap mengedarkan dan memakai sabu.

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung menindaklanjuti dan menangkap tersangka dirumahnya. Sabu didapat dari saku celana Badri. Sedangkan alat hisap sabu ditemukan di dalam rumah.

Kapolres OI AKPB Asep Jajat Sudrajat melalui Kasatnarkoba AKP Ihsan didampingi KBO Narkoba Aiptu Alhadat saat dikonfirmasi Rabu (12/3) membenarkan penangkapa tersebut.

“Tersangka Badri ini sudah menjadi TO kita, dan selalu lolos, namun kali ini berhasil kita tangkap dirumahnya usai pakai sabu,” tuturnya.

Tersangka Badri mengatakan, keterlibatan dengan narkoba ini sudah dilakoninya sejak dua tahun lalu.

“Dulu memang saya bandar, tapi sekarang hanya pencandu, karena setiap hari saya harus mengisapnya, kalau tidak kepala saya pening,” kilahnya.

 

Teks : Ozcar Ryzal/Junaedi Abdillah

Editor : Imron Supriyadi

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster