Manajer Security PT BA Diperiksa 4 Jam

 161 total views,  2 views today

MUARA ENIM – Manager Security PT Bukit Asam (PT BA) Persero Tbk, Iskandar Zulkarnain akhirnya memenuhi panggilan penyidik Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Muaraenim,  untuk dilakukan pemeriksaan perdana dalam kasus dugaan pengancaman terhadap Kepala Desa (Kades) Tanjung Raja dan warganya beberapa waktu lalu.

 

Seharusnya, Iskandar di jadwalkan dimintai keterangan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Muaraenim, Senin (10/3). Namun panggilan tersebut tidak dipenuhi, dengan alasan ia berada di Jakarta.

 

“Ya, benar, hari ini (Rabu), Manajer Security PT BA telah datang ke Polres Muaraenim, untuk memenuhi panggilan penyidik. Memang seharusnya, dia di jadwalkan untuk diperiksa pada Senin (10/3),” kata Kapolres Muaraenim, AKBP Mohamad Aris melalui Kepala Satuan (Kasat) Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto yang di konfirmasi, kemarin. (12/3).

 

Eryadi menyebut, pemeriksaan terhadap Iskandar tersebut dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. “Penyidik telah memintai keterangan terlapor, selama empat jam,” jelasnya.

 

Mengenai subtansi pemeriksaan lanjut Eryadi, seputar peristiwa yang terjadi di lapangan. Sedikitnya, ada 20 pertanyaan yang ditanyakan penyidik kepada Manajer Security PT BA  tersebut.

 

Dalam pemeriksaan itu Eryadi menjelaskan, memang diakui oleh Iskandar kalau kedua

kedua korban datang ke kantornya untuk bertemu  dengannya. Hanya saja, Manager Security, tidak menerima tamu dikarenakan sedang ada kesibukan dalam pekerjaannya. Namun, kedua korban masih tetap ingin menghadap.

 

Terkait terjadinya penembakan dengan senjata api jenis airsoft gun, dalam pemeriksaan itu, diakui juga kebenarannya oleh terlapor. Namun, tembakan itu menurut telapor, diarahkan ke dinding bagian bawah. “Memang diakui terlapor, kalau tembakan itu ke arah dinding bawah. Tetapi,  kalau masalah pengancamannya, tidak disebutkannya,” ujar Eryadi.

 

Masih dikatakan Eryadi, pihaknya sore ini akan melakukan penyitaan senpi jenis airsoft gun milik terlapor tersebut.  “Sore ini, terlapor akan menyerahkan senpi jenis airsoft gun miliknya ke Polres Muaraenim. Senjata itu,  kita sita untuk dijadikan barang bukti,” terang Eryadi.

 

Setelah dilakukan pemeriksaan pertama ini menurut Eryadi, tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan atas terlapor. Hal tersebut dilakukan untuk melengkapi keterangan terdahulu.

 

Manajer Security PT BA, Iskandar Zulkarnain ketika di konfirmasi terkait pemeriksannya tersebut, enggan berkomentar. Usai menjalani pemeriksaan, ia langsung berlalu menuju kendaraannya.

 Sementara itu kuasa hukum Iskandar, Firmansyah kepada wartawan menyebut persoalan itu hanya kesalahan komunikasi antara kedua belah pihak saja. “Ini hanya miss comunicacion saja, jadi perlu diluruskan,” kata Firmansyah.

 

Terkait, tidak hadirnya Iskandar Zulkarnain dalam pemeriksaan yang dijadwalkan pada, Senin (10/3), dijelaskan Firmansyah, kalau kliennya saat bersamaan berada di Jakarta.

Firmansyah juga mengakui kalau dirinya yang mendampingi Iskandar, sebagai pengacara pribadi bukan dari PT BA. “Saya pengacara pribadi bukan dari PT BA,” sebut Firmansyah.

 

Sekretaris Perusahaan (Sekper) PT BA, Joko Pramono yang dihubungi menyebut PT BA telah menugaskan Manajer Hukum PT BA, Nugraha Nurdiasanta dan stafnya Nurmansyah untuk mendampingi Iskandar.

 

Terkait sanksi yang akan dikenakan PT BA, Joko mengaku pihaknya masih melakukan evaluasi dan saat ini masih dalam proses. “Karena dia (Iskandar, red) bagian dari manajemen PTBA, maka akan kita dampingi dari awal hingga selesai,” tukansya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR           : DICKY WAHYUDI        





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster