Kepsek Malas ‘Ngantor’

3 total views, 3 views today

  • Disebabkan Tak Bayarkan Honor Guru

KAYUAGUNG – Kepala Sekolah SDN 1 Tanjung Merindu, Kecamatan Tanjung Lubuk, Harun SPd, diduga selama menjalankan tugasnya jarang masuk kerja. Bahkan yang bersangkutan juga diduga tidak membayarkan honor para guru honorer di sekolahnya selama tiga termin berturut-turut.

Demikian keterangan salah seorang warga Tanjung Lubuk yang tidak mau namanya disebutkan, mengaku memiliki keluarga guru yang mengajar di sekolah tersebut.

“Ya memang benar dia, (Harun-red) jarang masuk kerja, dan honor guru tidak dibayarkannya,” ungkap dia.

Akibat kondisi jarangnya kepsek masuk kantor, membuat kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak kondusif. Para siswa sering pulang lebih cepat dari jam pulang yang ditentukan.

Kendati para guru sudah mengetahui kepsek jarang “ngantor” namun kata dia, tidak tahu mengapa guru tidak mau melaporkan hal tersebut ke pihak UPTD Tanjung Lubuk, atau ke  Dinas Pendidikan. “Nah saya tidak tahu mengapa mereka tidak mau melapor,” jawabnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Iskandar ZA, melalui Kabid TK/SD, Syamsuddin SPd, sejauh ini pihaknya belum mendapat laporan terkait kepsek yang malas masuk kerja tersebut. Namun pihaknya berkata isu yang datang dari masyarakat belum sepenuhnya benar. Karena mungkin saja ada warga yang tak suka dengan kepala sekolah bersangkutan.

“Mungkin saja masyarakat tersebut tim nya pak Iskandar, dan kepseknya bukan, jadi mereka tidak suka dengan keberadaannya yang belum lengser,” ujarnya.

Namun kendati demikian kata dia, pihaknya akan mencari informasi terkait hal tersebut.

“Ya kami juga terima kasih atas informasi ini, akan kami selidiki,” janjinya.

Terpisah Kepala UPTD Tanjung Lubuk, Muksin, terkait jarang masuknya kepsek tersebut, pihaknya juga belum mendapat laporan.

“Namun kalau yang bersangkutan tidak masuk dua hari ini, memang benar dan dia sudah minta izin sama saya. Adapun terkait tentang dirinya tidak membayarkan honor guru, juga tidak ada laporan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, bila memang hal tersebut memang terjadi, dia meminta kepada para guru untuk tidak segan segan melaporkan ke pihaknya, bahkan ke Dinas Pendidikan OKI, terkait hal tersebut.

“Ya kita juga menghimbau kepada guru, kalau memang ada yang dirugikan bisa melapor ke kita, lagian yang bersangkutan juga setiap saya jebak kesana dia selalu ada, jadi setahu kami dia masuk terus,” tandasnya.

Sementara Kepala SDN 1 Tanjung Merindu, Harun terkait hal ini, smapai saat ini belum bisa dikonfirmasi.

 

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com