Dekadensi Moral Akibat Rendahnya Kepedulian

 234 total views,  2 views today

Kepala Dinas Dikbudpora, Drs M Amin MM

Kepala Dinas Dikbudpora, Drs M Amin MM

PALI – Maraknya minuman keras di Talang Ubi adalah bagian kecil dari penurunan atau dekadensi moral yang dialami masyarakat PALI. Selain minuman keras, pergaulan bebas remaja juga merupakan hal penting yang harus disoroti.

Fenomena ini tidak luput dari pengamatan Kepala Dinas Dikbudpora Talang Ubi Drs M Amin MM, saat memberikan materi dalam diskusi Komunitas 7 Pilar, Minggu (9/3) lalu sebelum mencuatnya kasus tewasnya warga akibat miras oplosan.

Menurut dia, rendahnya kepedulian orang tua dan tokoh adat menjadi penyebab dekadensi moral. Orang tua lebih beranggapan, tanggung jawab mereka kepada anak-anak hanya sebatas tanggung jawab ekonomi dalam artian sekedar membesarkan dan memberi pakaian semata. Tanggung jawab moral sering diabaikan.

“Anda lihat, berapa banyak orang tua yang peduli apakah anaknya bisa mengaji atau tidak. Anda juga lihat bagaimana cara berpakaian anak remaja? Kalau orang tua punya kesadaran dan tanggung jawab moralitas, mereka tidak akan membelikan pakaian yang mengumbar aurat,” papar Amin.

Demikian juga saat maghrib tiba, dijalan-jalan masih banyak anak-anak yang berkeliaran dijalan. Ada orang tua tapi tetap saja mereka berkeliaran bebas.

Dimata Amin, ini sebagai fenomena penurunan nilai moralitas. Sangat berbeda bila dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. “Kalau kami kecil dulu, saat maghrib tidak ada dirumah, berarti bencana, pasti dimarah orang tua. Artinya orang tua menjaga nilai-nilai moralitas,” tambahnya.

Ia menambahkan, saat ada anak yang mabuk, tidak mungkin orang tuanya tidak tahu. “Kalau orang tuanya tidak tahu, seharusnya orang tua mencari tahu apakah anaknya terlibat atau tidak. Sehingga ada pencegahan,” ujarnya.

Selain itu, Amin menilai penurunan dekandensi moral ini disebabkan juga oleh keacuhan tokoh adat. Tokoh adat kadang melakukan pembiaran bila terjadi pelanggaran sosial.

Selain faktor keluarga dan tokoh adat, Amin tidak menampik hal ini terjadi akibat arus globalisasi yang terjadi. Arus globalisasi ini hadir langsung ditengah keluarga. Amin menyarankan, sudah saatnya orang tua menyempatkan waktu untuk menampingi anak nonton televisi.

“Luangkan waktu beberapa menit untuk melihat apa yang ditonton anak. Berikan bimbingan dan arahan terhadap apa yang ditonton. Kalau ada adegan yang tidak sesuai, sampaikanlah kepada anak-anak dengan bahasa cinta” ujarnya.

Saat ditanya apakah maraknya minuman keras dan pergaulan bebas ini akibat kegagalan dunia pendidikan, Amin justru membantah. menurut Amin, sekolah hanya mendapat porsi 30 persen atas pendidikan anak.

“Anak disekolah hanya 8 jam dari total waktu 24 jam. Sisanya mereka bersama keluarga dan masyarakat. Pengaruh terbesar justru datang dari pergaulan dimasyarakat” elaknya.

Untuk mengatasi penurunan moralitas ini, Amin menurut Amin harus ada gerakan bersama antara seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama membenahi sistem nilai yang berlaku dimasyarakat.

“Masyarakat harus peka dan peduli dengan perkembangan dilingkungannya. Orang tua harus memberikan porsi lebih dalam mengetahui dan mengikuti perkembangan emosi anak. Harus tahu dimana dan kemana pergaulan anak” pungkasnya.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster