Sumsel Optimalkan Produksi Susu Kerbau

10 total views, 3 views today

  • Baru Separuh Daerah Dijadikan Percontohan

PALEMBANG – Kepala Dinas Peternakan (Distanak) Sumsel, Max Sulistyo menyampaikan, sebelumnya memang ada wacana mengenai potensi kerbau rawa di Sumsel untuk diolah menjadi susu yang menghasilkan pendapatan daerah dan para peternak itu sendiri. Untuk itu, pihaknya menindaklanjutinya usai kunjungan Duta Besar (Dubes) RI untuk Roma, Italia pada tahun lalu.

“Mereka menganggap kerbau rawa yang ada di Sumsel ini bisa menghasilkan manfaat seperti susunya yang bisa diolah,” ungkap Max Sulistyo.

Kata Max Sulistyo, potensi susu kerbau rawa di Sumsel sangat menjanjikan jika ini sudah terealisasi karena populasi kerbau rawa sendiri tersebar di Kab/Kota. Hingga saat ini daerah OKI, Banyuasin, dan OI memiliki populasi ternak kerbau rawa yang terbanyak.

“Ada sekitar 50-60 ribu ekor populasi kerbau rawa di Sumsel yang menyebar di tiap wilayah. Untuk yang paling besar populasinya ada di OKI, Banyuasin, dan Ogan Ilir,” beber Max.

Ditambahkannya, informasi yang diperoleh dari Dubes dan Atase Pertanian RI untuk Roma itu akan coba ditindaklanjuti dengan mengadakan kerjasama. Hal ini masih dalam tahapan wait and see, jika cocok maka kerjasama segera ditindaklanjuti.

“Kita akan kaji apa yang bisa dikerjasamakan. Mungkin Roma bisa menjadi pangsa pasar susu kerbau kita nantinya. Kerja sama yang diperlukan kemungkinan dalam hal pengolahan susu kerbau rawa tersebut menjadi produk lain yang lebih bernilai ekonomis. Pasalnya, kualitas kerbau rawa Sumsel tidak jauh beda dengan kerbau rawa di Italia,” imbuhnya.

Dengan adanya masukan tersebut, pihaknya menindaklanjuti untuk beberapa daerah dulu yang akan dijadikan sebagai daerah percontohan mengembangkan potensi tersebut.

“Saat ini kita sudah mencoba memilih Banyuasin dan OKI dijadikan daerah percontohan untuk mengolah kerbau rawa yang diambil susunya. Untuk daerah lain bisa saja menyusul, namun saat ini juga sedang vakum terkait adanya kendala teknis di lokasi dan itu sudah kita bahas lebih lanjut. Mungkin dengan kerja sama yang coba kita rintis bisa ada semi pabrik pengolahan susu kerbau rawa di Sumsel,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan Peternakan Distanak Sumsel, Syafruddin mengutarakan, Sumsel sudah seharusnya bisa mengembangkan potensi yang ada tersebut. Setidaknya, para peternak atau pemilik kerbau rawa bisa menambah penghasilan dari pengolahan susu kerbau rawa ini.

Diakui Syafruddin, selama ini potensi sumber daya alam termasuk kerbau rawa yang jumlahnya cukup banyak di Sumsel belum memberikan hasil yang begitu besar bagi masyarakat.

“Itu ide yang bagus bila memang susu kerbau rawa dimanfaatkan dan dapat diolah untuk pizza. Selama ini mungkin pernah tahu, tapi tidak ada tindak lanjutnya,”cetusnya.

Dengan pemanfaatan susu kerbau rawa, menurutnya, maka setidaknya kian menambah nilai dari susu tersebut, selain juga menggairahkan petani beternak sapi rawa serta meningkatkan ketahanan pangan.

 

TEKS  : IMAM MAHFUZ ALI

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com