Pincang VSI Tanpa ‘Kaki’

 363 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Ustad Yusuf Mansur pencetus lahirnya bisnis VSI coba menawarkan aneka software seperti penjualan pulsa dan all-payment gateaway yang lazim dimiliki toko retail modern—yang  tidak dimiliki toko kelontong tradisional.

Selanjutnya dengan software ini, sebuah toko kelontong sederhana dapat melayani penjualan pulsa GSM CDMA All operator, penjualan Token Listrik Prabayar, pembayaran tagihan listrik abonemen, tagihan telfon rumah, tagihan internet, TV Kabel, PDAM, Tiket Kereta Api dan Tiket Pesawat. Sehingga Toko Kelontong memiliki nilai tambah dimata konsumen dan memiliki tambahan penghasilan untuk pemiliknya.

Dari data statistik, Loket Mikro Payment rata-rata membukukan 2000 – 3000 transaksi per bulan. Dengan margin per rabat Rp 1000, maka diperoleh penghasilan bersih Rp 2 juta hingga Rp 3juta / bulan.

Januariansyah,  member VSI dalam akun facebooknya berkata,  adapun hak usaha Veritra Pay meliputi jasa All Payment yang dikenal di dunia Digital Modern sebagai Brachless Banking.

“Soal mutunya tak perlu diragukan lagi. Ya,  tentunya VSI itu legal dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum,” katanya.

Menyoal apa saja bonus di VSI? Jawab Januariansyah, bonus yang diterima oleh seorang member VSI bersumber dari komisi penjualan. Setiap member yang sukses mereferensikan ke orang lain untuk menggunakan Vpay akan memeroleh komisi.

“Bonus itu bisa diambil jika seseorang resmi menjadi pengguna Vpay,” cetusnya.

Setengah berpromosi Januariansyah berujar, sesungguhnya visi dan misi yang ditawarkan VSI jelas untuk bersiap membeli kembali Indonesia.

“Itu makanya saya heran, kok banyak orang yang masih berhitung dan menanyakan selisih atau kelebihan VSI. Coba bayangkan, dengan biaya pendaftaran Rp 275.000, Anda bisa memiliki hak usaha. Hak ini sama antara VSI dengan toko maupun loket virtual. Artinya siapapun bisa membuka 1, 3, 7 atau 31 toko sesuai dengan kemampuan keuangan mereka,” terangnya.

Suara berbeda disampaikan Iwan Cheristiwan, alumnus IAIN Raden Fatah Palembang. Menurutnya, VSI yang ditawarkan Ustad Mansyur  telah melanggar fatwa MUI. Alasannya, VSI melanggar salah satu fatwa yaitu dengan membayarkan Rp 275.000, Anda mendapatkan barang yang tidak sepadan, Anda hanya mendapat software dan Habbatussaudah dua botol.

“Harga pulsa di VSI pada downline terbawah juga lebih mahal Rp 300, sehingga  merugikan downline di tingkat bawah karena akan memperoleh untung lebih sedikit, atau dia harus menjual pulsa lebih mahal yang akhirnya merugikan konsumen,” Iwan berkata.

 

TEKS:WIJI LESTARI (MG)

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster