Bisnis Haram Berkedok Syariah

 781 total views,  2 views today

PALEMBANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan sepakat bisnis Multi Level Marketing (MLM) PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) yang dianut Ustad Mansyur hukumnya haram.  Apalagi MLM ini menjanjikan miliran rupiah.  Inilah potret bisnis haram berkedok syariah Islam.

Di atas kertas VSI yang digagas Ustad Mansyur berdalih bahwa konsep bisnis ini diawali dari keprihatinannya akan banyaknya aset negara yang sedikit demi sedikit diambil alih kapitalis asing. Terlebih banyaknya toko kelontong dan toko tradisional yang mulai tergusur oleh toko retail modern yang mulai menjamur dimana-mana. Namun begitu, konsep VSI ini mendapat ‘pukulan’ dari berbagai kalangan.

“Jujur, bisnis VSI yang didirikan Ustad Mansyur itu adalah sebuah bentuk bisnis yang berantai.  Nah, itu artinya jika member VSI bertambah, maka otomatis makin banyak pula keuntungan yang diterima, termasuk untuk pendiri bisnis VSI itu. Ya, MUI Sumsel menilai bisnis ini hukumnya adalah haram,” demikian tegas Sodikun, Ketua MUI Sumsel kepada Kabar Sumatera, Jumat (7/3).

Dugaan Sodikun adanya praktik haram di VSI begitu memuncak, ketika ia mendapat selebaran bisnis VSI dari salah satu keluarganya. Walhasil, seketika itu pula Sodikun tidak menanggapi apa isi selebaran tersebut.

“Kalau saya lihat isi selebaran itu pun sepertinya mengajak umat Islam untuk berinvestasi di akhirat nanti. Mestinya sebagai umat Islam, kita hendaknya jangan sampai lupa bahwa iming-iming sesuatu dalam bisnis hukumnya haram. Nah, iming-iming hadiah uang miliaran itu yang haram, karena membuat banyak orang berharap-harap,” Sodikun menjelaskan.

Tutur Sodikun, berkaca pada pengalaman yang dialami masyarakat khususnya di kota ini terhadap VSI sangat miring. Tengok saja MLM CV Fadhilah yang semula diarahkan untuk bersedekah, rupanya berujung penipuan.

“Ada kata iming-iming di perusahaan tersebut. Saya yakin banyak  masyarakat yang kini enggan dan berhati-hati adanya bisnis MLM, termasuk VSI yang disajikan Ustad Mansyur,” ucap Sodikun seraya berkata, VSI sedari awal sanbat kental dengan iming-iming hadiah.

Jelas Sodikun, hendaknya tokoh agama terkhusus Ustad Mansyur, yang kini namanya tengah populer di kalangan masyarakat agar berhati-hati memanfaatkan popularitasnya, apalagi menyebarkan faham bisnis dalam ranah agama. Seharusnya di dalam hukum Islam, bisnis dilarang memberikan harapan pada seluruh member atau anggotanya.

“Dalam Islam, berbisnis itu seharusnya tidak memberikan harapan ataupun iming-iming apapun. Syarat yang syar’i adalah dengan cara yang nyata. Jadi, antara member ataupun pengikutnya sama-sama mengetahui isi bisnis dan hasil yang ditargetkan,” ungkapnya.

 

TEKS   : WIJI LESTARI (MG)

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster