Suplai Lancar, Harga Normal

 247 total views,  2 views today

Cabai

Cabai

PALEMBANG – Harga cabai merah keriting di pasar-pasar tradisional kota Palembang saat ini relatif stabil. Ini dikarenakan suplai cabai dari daerah penghasil ke pasar tradisional terbilang lancar.

Salah seorang pedagang cabai merah di Pasar Kertapati, Zainul (41) kepada Kabar Sumatera mengatakan, sekitar dua pekan lalu, harga cabai merah dengan kualitas baik mencapai Rp 70 ribu per kilo gram (kg). Saat ini sudah kembali normal, yakni dengan harga Rp 27-30 ribu per kg.

“Harga tersebut sudah cukup stabil, jika dibandingkan dengan Januari lalu, karena ketika musim penghujan tinggi, harga cukup bergejolak, bahkan harga berubah dalam hitungan hari, karena stok terbatas,” ungkap warga Kelurahan Keramasan, Kertapati, Ahad (9/3).

Kata Zainul, ketika harga normal, untuk menjual cabai tidak terlalu sulit, berbeda halnya ketika harga tinggi.

“Kalau harga normal seperti sekarang, saya bisa menjual 50-70 kg cabai per hari, sementara kalau harga tinggi hanya mampu menjual 20-25 kg per harinya,” cetusnya.

Sementara pedagang lainnya di Pasar 7 Ulu Palembang, Nurhiah (38) mengaku, pedagang cabai di pasar tersebut menjual cabai dengan harga yang bervariasi, tergantung dengan kualitas cabainya.

“Yah kalau kualitas super, dijual dengan harga Rp 35-Rp 40 ribu per kg, tapi harga saat ini sudah stabil, karena harga cabai dengan kualitas biasa Rp 24-Rp 26 ribu per kg,”katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang Juni Haslansi mengatakan, sekarang untuk harga kebutuhan pokok memang relatif normal, kecuali harga daging sapi yang tetap bertahan Rp 100 ribu per kg.

“Kalau kebutuhan pokok lainnya, seperti sayur- mayur relatif normal, karena suplainya lancar,” katanya.

Juni menyebutkan, suplai cabai untuk kota Palembang berasal dari Sumsel, seperti dari kabupaten Banyu Asin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Lahat, dan Pagaralam, tapi ada juga dari pulau Jawa.

“Seluruh cabai dari daerah tersebut langsung dimasukkan agen besar di Pasar Induk Jakabaring, kemudian baru pedagang-pedagang membeli di agen tersebut,”bebernya.

Juni menambahkan, sebelum harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, harga cabai normalnya Rp 18 ribu per kg, tapi karena kenaikan harga BBM, harga cabai juga ikut naik, yang disebabkan ongkos kirim naik.

“Kami harapkan kepada seluruh konsumen tidak membeli cabai dengan jumlah yang besar, agar cabai tidak naik lagi, karena apabila kebutuhan tinggi, maka harga akan naik,” tukasnya.

 

TEKS  : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR : RINALDI SYAHRIL

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster