SP2J Butuh Rp 1,5 M Untuk Perbaiki Transmusi

 561 total views,  2 views today

Trans Musi

Trans Musi

PALEMBANG – Ditengah kesulitan keuangan yang dihadapi PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), perusahaan daerah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang itu harus merogoh kocek dalam-dalam.

Pasalnya, PT SP2J harus memperbaiki 58 unit Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi yang rusak. Perbaikannya, ditargetkan harus selesai dalam waktu 10 hari kedepan. “10 hari kedepan, bus yang rusak harus sudah operasional kembali. Untuk perbaikannya, akan  dilakukan di bengkel-bengkel yang akan ditangani PT SP2J dan pemkot. Diprakirakan butuh Rp 1,5 miliar, untuk memperbaiki bus yang rusak itu,” kata Wali Kota Palembang, Romi Herton saat melakukan sidak di pool Transmusi di Terminal Alang-Alang Lebar (AAL), Senin (10/3).

Romi menerangkan, permasalahan yang dialami oleh SP2J bukan hanya baru sekarang saja. Semenjak perusahaan itu berdiri dan di launchingnya Transmusi menurut Romi,  perusahaan itu sudah merugi.  “Sejak awal transmusi memang selalu rugi, bukan hanya sekarang baru rugi. Bahkan defisit yang dialami Transmusi tiap tahunnya, terus mengalami peningkatan,” ucapnya.

Karenanya menurut orang nomor satu di Palembang ini, kedepannya kinerja di Transmusi akan diperbaiki termasuk perbaikan dalam sistem pelayanan. Untuk sistem pembayaran penumpang misalnya sebut Romi, akan dikembalikan ke sistem manual.

Pembayaran penumpang yang selama ini menggunakan smart card menurut Romi, membuat masyarakat bingung. “Kita kembalikan ke sistem pembayaran manual dengan menggunakan karcis, agar masyarakat tidak bingung. Dengan cara ini, diharapkan bisa mendongrak jumlah penumpang,” ungkapnya.

Sementara itu, Manajer Operasional BRT Transmusi, Djoko Santoso mengatakan, untuk pencapaian target, mulai 1 April mendatang, pembayaran karcis akan diberlakukan kembali. “Sekarang sedang siapkan, ini berdasarkan petunjuk wali kota, agar penumpang transmusi kembali normal seperti sebelum diberlakukannya smart card,” ujarnya.

Sambung Djoko, berdasarkan peninjauan lapangan, masyarakat lebih senang menggunakan karcis, dengan responden 80 persen yang setuju. Menurutnya, dengan penggunaan smart card, kerugian PT SP2J hingga puluhan juta setiap bulannya. “Sampai sekarang, kerugian sekitar Rp 80 juta hingga Rp 150 juta per bulan. Angka tersebut beda dengan biaya operasional dan perawatan bus,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster