Sampah Bukan Lagi Ancaman

 167 total views,  2 views today

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA

Aktivitas Pengolahan Sampah di TPA

PALEMBANG -Tumpukan sampah di Palembang, kedepannya nampaknya bisa diatasi dan tidak lagi menjadi ancaman. Sebab Polandia menawarkan sebuah teknologi pengolahan sampah, Instalasi Pembuangan Air Limbah, dan pengelolaan air minum.

Sekretaris Negara Kementerian (Secretary of State of Water Resources) Lingkungan Hidup Polandia, Stanislaw Gawlawski saat berkunjung ke Palembang beberapa waktu lalu, menawarkan program teknologi hijau sebagai hasil dari tiga sistem pengelolaan tersebut bagi kota Palembang.

Teknologi yang ditawarkan itu, mampu mengolah sampah dan limbah menjadi produk baru berupa energi gas dan juga bio massa. Teknologi disebut-sebut jauh lebih maju, dan juga bisa menekan harga hingga lebih murah.

“Nilai investasinya mencapai US$ 2 juta per satu instalasi, yang mampu mengeluarkan energi sebesar satu megawatt (MW). Biaya ini lebih bisa dihemat, jika kapasitas energi yang dihasilkan lebih besar lagi,” kata Stanislaw seraya menyebut, teknologi itu sudah diterapkan di Malaysia dan Rusia.

Sebelumnya, pengelolaan sampah juga ditawarkan PT Solid Waste Management (SWT). Nantinya, sampah-sampah yang ada, akan dikelola menjadi energi listrik. Direktur Utama PT SWT Indonesia, Andi Edy Bintang menyebut, sudah disiapkan investasi sebesar Rp1,3 trilyun.

Dana sebesar itu, dipakai untuk mendatangkan teknologi  insenerator persampahan di metropolis. “Kami menawarkan pengelolaan sampah yang efektif, karena tumpukan sampah yang ada tidak perlu dilakukan pemilahan dan tidak memakan banyak lahan,” kata Andi yang dibincangi usai melakukan paparan ke Wali Kota Palembang, beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, SWT menawarkan kerjasama pengelolaan sampah dengan Pemkot Palembang selama 30 tahun dengan sistem Built, Operate and Transfer (BOT). Maksudnya, PT SWT akan melakan pengelolaan sampah di Palembang termasuk pemanfaatan hasil pengelolaan itu selama 30 tahun kedepan, setelah itu pengelolaanya diserahkan ke pemkot.

Dia menyebut, teknologi pengelolaan sampah melalui insenerator tersebut memiliki banyak keuntungan. Selain tidak perlu memilah sampah dan lahan yang luas, juga dengan semakin banyak sampah akan semakin baik.

“Dengan teknologi ini, 1000 ton sampah dapat menghasilkan 480.000 kwh listrik dan 20.000 pcs batu bata. Energi listrik yang dihasilkan ini, akan ditawarkan ke PT PLN untuk pemanfaatannya dengan harga per kwh nya Rp1.325,” bebernya.

Menurutya, teknologi ini terbilang baru di Indonesia. Namun  sebut Andi, banyak kota di Indonesia, sedang melalui proses perizinannya untuk penerapan teknologi itu. Pengelolaan sampah ini tegasnya, sudah terbukti karena telah puluhan tahun dilakukan di China serta dana investasi juga berasal dari China.

“Di Indonesia memang belum ada, tetapi seperti Jakarta dan Pekanbaru sedang melakukan perizinan dan telah dilakukan selama 40 tahun. China merupakan negara pertama menggunakan teknologi ini,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM M/ALAM T

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster