RSUD Bergejolak, Direktur “Digoyang”

 334 total views,  2 views today

suasana pelayanan di RSUD Talang Ubi

suasana pelayanan di RSUD Talang Ubi

PALI – Suasana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), bergejolak. Bahkan, Direktur PALI,  dr Dhandy Wijaya “digoyang” anak buahnya agar segera lengser dari jabatannya.

Hal itu disebabkan hampir seluruh pegawai baik perawat,
bidan maupun dokter mengeluh dan tidak menyukai gaya kepemimpinan sang Direktur yang kerap bersikap arogan.

Kini, suasana rumah sakit plat merah ini tidak nyaman lagi bagi pare pegawai. Bahkan, para pegawai menuntut agar Pemkab PALI melakukan evaluasi terhadap Direktur RSUD Talang Ubi.

Sumber Kabar Sumatera di lingkungan RSUD Talang Ubi, mengatakan, sang direktur dinilai sebagai sosok yang tidak bertanggung jawab dan lepas tangan dalam segala hal. Padahal yang bersangkutan (Direktur), adalah pemimpin tertinggi di RS tersebut.

“Kami disini sudah sangat resah. Direktur itu terlalu arogan. Beberapa dokter disini bahkan sudah tidak betah lagi,” kata sumber tadi.

Selain arogan, lanjut sumber KS, sang direktur juga tidak memiliki wibawa dihadapan karyawan dan paramedis, sehingga suasana kerja menjadi tidak nyaman. “Bagaimana mau nyaman, kalau wibawa direksi tidak ada,” tuturnya.

Parahnya lagi, sang direktur cenderung untuk melepas tanggung-jawab. Sumber lain mengatakan, bila terjadi masalah, direktur suka menimpakan kesalahan pada anak buahnya tanpa alasan yang jelas.

“Makanya para karyawan sekarang terkesan cuek terhadap tugasnya. Bapak lihat sendiri bagaimana disini,” ujar sumber berbeda.

Mencuatnya keluhan-keluhan tenaga medis ternyata sampai juga ditelinga para petinggi di Kabupaten PALI.

Sebuah sumber di jajaran Pemkab PALI mengatakan, direktur RSUD bakal diganti. Bahkan nama penggantinya pun sudah disiapkan.

Guna memastikan hal ini, Kabar Sumatera mencoba menghubungi Sekretaris Daerah Kabupaten PALI, Drs HM Isnaini MPd. Dalam perbincangan di Komplek Perkantoran Bupati di KM 10 akhir pekan lalu, Isnaini tidak menampik timbulnya gejolak di RSUD Talang Ubi.  “Kita sudah dengar itu, dan sudah ada laporan yang masuk,” kata Isnaini.

Saat disinggung apakah jabatan Direktur RSUD PALI, dr Dhandy Wijaya akan dicopot, Isnaini lebih memilih akan melakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan.

“Tentunya akan kita bina. Tugas kita kan melakukan pembinaan, agar kedepan akan menjadi lebih baik lagi. Karena pelayanan terhadap masyarakat akan lebih kita utamakan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, keputusan pencopotan seorang pejabat bukan hanya didasari soal laporan itu semata. Dalam artian, tidak serta merta mengganti direktur hanya lantaran adanya laporan. Akan ada serangkaian pertimbangan dan evaluasi. Pihaknya tentu akan melakukan cek dan ricek
terkait laporan dimaksud.

“Nanti akan kita panggil direkturnya, kita Tanyai dulu. Seperti apa jawabannya. Kalau memang pas seperti apa yang dikeluhkan, ya kita bina atau kita tegur,” terang Isnaini.

Yang jelas, lanjut dia, seluruh pejabat tanpa terkecuali tentunya akan ada evaluasi terhadap hasil kinerjanya. “Kalau evaluasi tetap kita lakukan. Siapa saja pasti akan di evaluasi. Soal penggantian pejabat sudah ada mekanismenya sendiri. Saya tidak bisa memastikannya,” pungkasnya.

Sementara itu, dr Dhandy Wijaya sendiri saat coba dikonfirmasi tidak berhasil dihubungi. Berkali-kali coba ditelepon, namun nomor yang biasa digunakannya selalu dalam keadaan tidak aktif. Bahkan, Minggu lalu saat coba ditemui dikantornya yang bersangkutan tidak ada ditempat.

Teks/Foto : Indra Setia Haris

Editor : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster