Operasional Kereta Kertalaya Tertunda

 695 total views,  2 views today

Ilustrasi Kereta Api | Dok KS

Ilustrasi Kereta Api | Dok KS

PALEMBANG – Operasional kereta api (KA) Kertalaya yang menjadi sarana transportasi alternatif, bagi mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) dari Palembang-Indralaya dan sebaliknya, kembali tertunda.

Sebelumnya, KA ini akan kembali di operasikan pada 4 Februari lalu. Namun keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel itu, belum dikabulkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sumsel, Musni Wijaya menyebut, PT KAI belum mau mengoperasikan KA Kertalaya itu karena menghendaki pembayaran dimuka untuk tiket penumpang Kertalaya. “Mereka minta  dibayar lebih dulu tiketnya sebanyak tiga bulan kedepan. Baru bisa beroperasi,” ujar Musni, Senin (10/3).

Dikatakn Musni, Prosedur Standar Operasonal (PSO) untuk biaya tiket itu sudah ada mekanismenya, baik itu terkait kontrak dan lain sebagainya. PSO inilah yang tidak memungkinkan pihaknya  untuk membayar tiga bulan dimuka.

Musni menyayangkan ketidakadanya kebijakan yang diambil PT KAI untuk bisa meluluskan Kertalaya beroperasi. Padahal Kementerian Perhubungan, sudah mengganggap layak operasi. “Seharusnya ada kebjakan dari PT KAI untuk menyikapi hal ini, karena dari sisi anggaran sudah tersedia, tidak ada masalah. Direktur Perkeretaapian juga sudah tidak ada masalah terkait PSO itu. Kendalanya ada di PT KAI itu sendiri, mereka kelihatannya takut,” ucapnya.

Padahal menurut Musni, PSO sendiri sudah berlaku bukan untuk Sumsel saja melainkan seluruh Indonesia. Bahkan untuk di Pulau Jawa, subsidi tiketnya sangat besar dan itu tetap berjalan sampa sekarang.

Bandingkan sebut Musni, dengan yang di Kertalaya ini, yang hanya 300 penumpang. “Penumpang Kertalaya ini paling kecil, kurang lebih 300 penumpang. Tapi mereka seolah-olah meminta jaminan kepastian pembayaran,” ujar Musni.

Padahal lanjut Musni, pihaknya  sudah menjelaskan duduk persoalannya dalam rapat-rapat yang pernah diadakan. Dalam rapat yang sudah-sudah, dijelaskan untuk  pembayaran tiket tersebut akan dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan.

Kementerian pun sambungnya, sudah menyanggupinya. “Kami sudah menjelaskan secara detil dalam rapat-rapat sebelumnya dan mereka sudah oke, KA Kertalaya beroperasi pada 4 Februari tadi. Namun kini, PT KAI keberatan. Seharusnya jika ada keberatan, mereka bisa sampaikan pada rapat-rapat tersebut. Tapi ini, tidak ada sanggahan sama sekali,” tukasnya.

 

TEKS            : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster