Jalan Poros di OKI Masih Tanah

 437 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Persoalan infrastruktur jalan masih menjadi perhatian bagi Pemerintan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten OKI dari  1.557 kilometer (km) jalan yang menjadi tanggung jawab Kabupaten OKI untuk perbaikan dan pemeliharaannya, setidaknya ada 42 persen jalan yang masih tanah.

Pemkab OKI setiap tahunnya harus menganggarkan lebih dari 200 juta untuk perbaikan jalan dan jembatan di Kabupaten OKI, tetapi itu masih tidak cukup untuk menjadikan infrastruktur jalan di OKI mulus, hal ini dikarenakan wilayah kabupaten OKI yang sangat luas dan didominasi perairan hingga membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membangun jalan darat.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas PUBM Kabupaten OKI Syamsul Bahri, diakuinya bahwa untuk membangun infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten OKI hingga menjadai layak tidak cukup hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tetapi butuh dana bantuan pemerinta pusat.

“Dalam data kami saat ini masih 42 persen jalan Kabupaten OKI yang masih tanah, dan itu sangat rawan kerusakan apalagi memasuki musih hujan, jalan yang kering akan berubah menjadi berlumpur, Kondisi jalan kita terbagai menjadi beberapa kategori, yaitu rusak ringan, sedang dan berat yang tersebar di berbagai Kecamatan,’’ ujar Syamsul.

Jalan yang rusak didominasi oleh jalan yang masih tanah, sedangkan jalan dengan kondisi baik, kata Syamsul baru 58 persen.

“Itu artinya hampir separuh kondisi jalan belum diaspal, untuk peningkatan jalan tanah 1 km di OKI membutuhkan dana sekitar Rp 3,5 miliar, bayangkan saja di kabupaten OKI ada 1.557 km jalan darat,” jelasnya.

Dengan demikian menurut Syamsul, tidak bisa pembangunan jalan di OKI dilakukan secara sekaligus tetapi harus bertahap.

”Dengan keterbatasan APBD kita, tentu pembangunan jalan itu harus dilakukan secara bertahap, yang menjadi kesulitasn kita yakni membangun jalan yang berada di wilayah perairan, itu emmbutuhkan dana yang cukup banyak,” terangnya.

Sementara itu Bupati OKI Iskandar pihaknya akan berupaya keras dan bertindak cepat dalam mengatasi berbagai persoalan terutama infrastuktur Jalan di wilayah Kabupaten OKI. Dengan infrastruktur jalan yang cukup memadai, maka akan berdampak pada geliat pertumbuhan ekonomi masyarakat, dengan demikian akses transportasi menjadi sangat penting dalam mensejahterakan masyarakat.

“Anggaran kita sangat terbatas, wilayah yang sangat luas, tentu tidak mudah untuk melakukan pemeliharaan jalan, namun kita terus berupaya bagaimana kondisi ini akan terus ditingkatkan, saya ingin Infrastruktur jalan dan jembatan sebagai sendi penopang pembangunan perekonomian masyarakat semuanya dalam keadaan baik,” ujar Iskandar.

Pihaknya berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan Bupati OKI, dengan menuntaskan pembangunan infrastruktur sehingga bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

”Akses jalan yang menjadi Jalan Poros utama seperti Kayuagung-Sepucuk-Pedamaran- Riding- Air Sugihan, ini menjadi perhatian kita, karena jalan tersebut merupkan jalan poros penopang perekonomian masyarakat,” tutupnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster