Guru Dituntut Lebih Profesional

 132 total views,  2 views today

PALEMBANG – Guru yang sudah mendapatkan setifikasi atau memiliki sertifikat profesi. Diharapkan lebih profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Demikian diungkapkan Kepala bidang (Kabid) SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Palembang Drs Lukman Haris MSi mengatakan setelah mendapatkan sertifikasi dan guru profesi, guru harus dituntut lebih profesional dalam mengajar.

“Sebagai guru prfesional guru harus dituntut untuk lebih aktif serta mengajar dengan sungguh-sungguh.  sertifikasi dalam profesi pendidik menjadi salah satu program yang diidam-idamkan banyak guru di Indonesia, termasuk Kota Palembang,” katanya, Minggu (9/3).

Namun, sebelum dinyatakan sebagai guru profesional dan berhak atas tunjangan profesi (sebesar gaji pokok), guru harus melewati beberapa tahapan. Sejak awal program sertifikasi dimulai, setelah mengumpulkan berkas dan dinyatakan lulus Ujian Kompetensi Awal (UKA), guru terlebih dulu mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) atau diklat (pendidikan dan latihan) selama 90 jam dan seterusnya sampai mendapat SK atau sertifikat penanda sudah seritifikasi.

Atas dasar tujuan peningkatan kualitas guru sertifikasi, belakangan muncul rencana mengganti sistem PLPG dan menggantinya dengan Program Profesi Guru (PPG) mulai 2015 mendatang. PPG ini wajib diikuti guru dan calon guru selama dua smester (satu tahun). Rencana tersebut merupakan hasil rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang berlangsung di Jakarta Februari.

“Sekarang sedang tahap pengkajian Universitas mana yang layak mengeluarkan sertifikat profesi bagi guru atau calon guru. Nanti mereka harus kembali belajar selama satu tahun,” katanya.

Dijelaskan, dalam PPG ini guru atau calon guru akan mengikuti pendidikan yang jauh lebih mengutamakan praktik. Jika dinyatakan lulus dalam PPG ini, nantinya guru juga dinyatakan lulus sertifikasi dan berhak atas tunjangan profesi. Hal ini juga berlaku untuk lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang baru akan menjadi guru.

“Ketika mereka dinyatakan lulus menjadi guru PNS (Pegawai Negeri Sipil), mereka akan langsung berhak atas dana sertifikasi tersebut tanpa harus ujian sertifikasi seperti selama ini. Dengan catatan mereka lulus dalam PPG,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Program Sertifikasi Guru (PSG) Rayon 104 Universitas Sriwijaya (Unsri) Drs Syafruddin Yusuf MPd. Menurut dia, PPG hampir sama dengan ‘koas’ yang dikenal dalam dunia kedokteran. Akan ada gelar tambahan bagi guru yang dinyatakan lulus PPG.

“Kabarnya akan ada gelar Gr bagi guru atau calon guru yang lulus PPG ini. Jadi, selain gelar SPd, mereka juga akan mendapat gelar Gr. Namun, hal ini masih dikaji dan kita menunggu kepastian dari pusat,” jelasnya.

Melalui program ini, guru diharapkan benar-benar menjadi lebih profesional sesuai harapan pemerintah. “Ini khusus untuk guru dan lulusan FKIP, mirip akta IV tetapi tidak terbuka untuk lulusan dari bidang lain. Kita berharap lahir guru yang profesional dari PPG ini,” tambahnya.

TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster