Draenase Minim, Kota Pagaralam Langganan Banjir

 190 total views,  2 views today

Akibat drainase tak tertata, air meluap sampai  ke badan jalan hingga  pemukiman warga.

Akibat drainase tak tertata, air meluap sampai ke badan jalan hingga pemukiman warga.

PAGARALAM – Kondisi  drainase di beberapa ruas jalan dan lokasi di Bumi Besemah ini kian memprihatinkan. Bahkan jika terjadi hujan dengan intensitas sedang saja sudah menyebabkan banjir, sehingga dibutuhkan perbaikan sistem drainase di kota ini.

Adapun kerusakan jalan akibat kerap terendam air hujan, seperti di kawasan Pagaralam Utara tepatnya di sepanjang jalan Pematang Bangau hingga Tanjung Aro sudah langganan tergenang ketika hujan turun akibat buruknya sistem saluran air di daerah tersebut. Sedangkan di kawasan Pagaralam Selatan  yakni jalan Perumnas Nendagung hingga Dusun Tanjung Cermin ada puluhan titik ruas jalan yang ada mulai mengalami kerusakan akibat terendam banjir.

“Puluhan titik banjir yang sering terjadi ketika hujan semakin bertambah. Sejauh ini kita takut, bila hal itu  dibiarkan maka banjir semakin berkembang ke segala sudut kota dan merusak ruas jalan yang ada,” kata Dedi (49) warga Perumnas Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, Ahad (9/3).

Menurutnya, puluhan ruas jalan banyak berlobang akibat tergerus arus air sungai yang meluap usai turun hujan. “Seperti drainase di depan Rita Erobik Komplek Perumnas Nendagung, kerap kebanjiran akibat kurang berfungsinya dreinase yang ada,” ucapnya.

Senada dikemukakan Uliman warga lainnya mengatakan, kerusakan jalan mulai bertambah akibat tergerus air hujan. Namun hingga kini pihak terkait tampaknya belum ada upaya perbaikan terhadap sejumlah dreinase yang ada.

“Kami sudah tidak heran lagi ketika usai  turun hujan,  air meluap hingga merendam ruas jalan yang ada,” ujarnya seraya berkata diminta kepada pihak terkait agar dapat melakukan perbaikan, sebelum kerusakan semakin bertambah.

Ditambahkan Ujang salah seorang petani yang berladang di kawasan Tanjung Aro, menjadi langganan banjir. Ia mengatakan, jika drainase tidak kunjung diperbaiki maka tidak menutup kemungkinan puluhan hektare sawah dikawasan itu menjadi pusat banjir.

“Kalau hujan turun, kawasan Tanjung Aro maupun Pematang Bangau biasa kena banjir. Itu akibat jaringan drainase yang buruk. Jika pemerintah tidak tanggap dengan hal ini bisa saja daerah ini menjadi kawasan langganan banjir,” kata Ujang dengan nada sedikit  mengeluh.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Pagaralam Ir Sunarto Rohim mengatakan, pihaknya tengah berupaya mendata sejumlah dreinase yang tidak berfungsi dengan baik.

“Kepada masyarakat agar dapat bersabar jika perbaikan belum dilakukan. Sejauh ini kita tengah mendata sejumlah dreinase maupun ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat kerap terendam air,” terangnya seraya berkata kita juga  akan kordinasi dengan Dinas kebersihan setempat terkait banyaknya sampah yang menyumbat disejumlah dreinase.

Tambahnya, memburuknya kondisi saluran air disejumlah tempat tersebut tak lain disebabkan oleh adanya tumpukan limbah rumah tangga yang menyumbat termasuk sendimen lumpur di dalam saluran air. Sehingga saluran air menjadi tersumbat dan tak cukup untuk menampung air dari curah hujan.

 

TEKS : ANTONI STEFEN

EDITOR : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster