Caleg Bisa Dicoret Jika Terbukti Money Politic

 130 total views,  2 views today

MUARAENIM – Bukan rahasia umum, jika setiap pesta demokrasi termasuk Pemilihan Umum Legislatif (Pileg), 9 April mendatang maka money politic akan merebak. Politik ini, dilakukan oleh calon anggota legislatif (caleg) maupun melalui tim suksesnya.

Namun Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) Muaraenim, memperingatkan agar itu tidak dilakukan oleh caleg maupun tim suksesnya. Sebab jika ketahuan, maka caleg tersebut siap-siap saja dicoret dari daftar calon tetap (DCT).

Anggota Panwaslu Muaraenim Divisi Pengawasan, Oktaviani Ramdiana menyebut, memang ada kemungkinan money politic terjadi. Namun itu menurut Oktaviani, sulit untuk dibuktikan dan diprediksi kapan dilakuan.

“Tapi kita (panwaslu), tetap akan melakukan pemantauan di lapangan. Jika ada yang menemukan ada praktik money politik, silakan lapor ke kita. Jika terbukti, ada caleg yang melakukannya maka bisa dicoret,” kata Okta yang dibincangi disela-sela jalan sehat pemilu dan senam sehat yang diselenggarakan KPU Muaraenim di Lapangan Merdeka, Muaraenim, Minggu (9/3).

Kata okta, unsur money politik bukan hanya berkaitan dengan uang, tapi pemberian sembako dan barang-barang dengan imbalan minta dipilih, juga bisa dikatakan politik uang. “Untuk memenuhi unsur money politik ini, agar bisa diproses setidaknya tertangkap tangan, ada barang bukti, dua orang saksi. Contohnya ada dua orang melihat, ada amplop uang,  ada kalender atau tanda untuk minta dipilih. Baru kita proses dalam penegakkan hukum terpadu,” tambah Okta.

Bagaimana jika money politik tersebut hanya secara lisan dilakukan oleh para caleg ? penyelidikannya sebut Okta, tetap bisa dilakukan asal pelapor memiliki barang bukti (BB) rekaman dan uang diberikan. Okta menghimbau masyarakat melaporkan ke panwaslu, jika ada money politik dalam pemilu legislatif ini.

Senada juga diungkapkan Komisioner KPU Muarenim, Isa Ansori. Ia menyebut,  praktik money politik yang dilakukan caleg adalah pelanggaran pemilu, kategori pidana. “Sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 8 tahun 2012 tentang  Pemilu, jika ada yang kedapatan melakukan money politik maka caleg tersebut bisa digugurkan, meskipun caleg itu terpilih dan mendapatkan kursi di DPRD,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Muaraenim, H Muzakir Sai Sohar menyebut money politic kemungkinan terjadi di Pileg, 9 April mendatang. Namun kata Muzakir, tidak sepantasnya caleg melakukan politik uang tersebut. Sebab jika caleg melakukan itu, sama saja caleg tersebut tidak berbudaya.

“Silakan berpolitik yang elegan, mencari dukungan masyarakat secara santun. Masyarakat juga hendaknya jangan terbuai karena bujukan uang, tapi memilih karena hutang budi. Pilihlah caleg yang berkualitas dan bisa dipercaya untuk menjalankan amanah masyarakat,” tukasnya.

 

TEKS               : SISWANTO

EDITOR           : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster