Bawa Senpira, Tamu Hotel Dibekuk

 238 total views,  2 views today

PALEMBANG – Tertangkap tangan membawa senjata api rakitan (Senpira) dan satu unit alat hisap sabu, mantan security perumahan ditangkap petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Sat reskrim) unit kejahatan dan kekerasan (Jatanras) Polda Sumatera Selatan, Minggu (8/3/2014).

Atas perbuatannya itu, Afrianto (28) warga Jalan Mandi Api, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang-alang Lebar (AAL) Palembang, harus merasakan tinggal dibalik ubin penjara Polda Sumsel.

Tertangkapnya tersangka saat petugas melakukan razia Operasi Sikat Musi (OSM) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu tersangka sedang menginap di salah satu hotel yang berada di Jalan Penindustrian II, Kelurahan Sukarami. Kecamatan Sukarami, Palembang.

Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti kejahatan berura Senpira, dua butir peluru dan satu alat isap sabu.

Saat ditangkap, Afrianto sedang berduaan satu kamar bersama teman wanitanya berinisial SN (24).

Namun, SN dikabarkan hanya menjadi saksi sehingga tidak dilakukan penangkapan. Diakui Afrianto, senpira yang ada di tangannya ia temukan di belakang kafe yang ada di kawasan AAL Palembang dua pekan silam.

Meski kondisinya sudah rusak dan patah, Afrianto tetap memungut senpira itu untuk dibawanya pulang.

“Saat ditangkap, senpira itu baru saya polesi dengan cat semprot biar terlihat bagus. Sejak berada di tangan saya, senpiranya tidak pernah saya gunakan dan baru ini saya bawa,” kata bapak beranak satu ini, Minggu (8/3).

Terkait bong sabu yang ditemukan petugas ada di kamar yang ditempatinya, Afrianto mengaku bong itu bukan miliknya. Dikatakannya, bong itu sudah ada saat ia menginap di kamar hotel tersebut.

“Kalau senpira, memang punya saya. Namun, kalau bong sabu, saya tidak tahu. Saya juga tidak pernah pakai narkoba,” tegas Afrianto.

Keterangan berbeda diberikan oleh SN. Saat petugas mendapati dirinya berduaan dengan Afrianto, SN mengatakan senpira itu dititipkan teman Afrianto sejak tiga hari lalu.

“Saya sudah mengingatkan untuk tidak dibawa, namun masih saja dibawanya. Akibatnya, apa yang saya takuti benar-benar terjadi,” kata SN, yang tidak dibawa oleh petugas.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Kristovo, membenarkan penangkapan itu. Afrianto ditangkap setelah terjaring Operasi Sikat Musi (OSM) yang digelar Unit IV Subdit III pimpinan Kompol Zainuri.

“Untuk sementara, akan kita dalami perihal senpira. Sementara untuk bong sabu, akan kita cari tahu apa benar milik tersangka atau tidak,” kata Kristovo.

 

Teks : Oscar Ryzal

Editor : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster