Usaha tak Berizin Ditertibkan

 181 total views,  2 views today

 

SEKAYU – Tim Penertiban Perizinan dari Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal (BP3M) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), terus melakaukan penertiban perizinan dan penanaman modal terhadap usaha, toko, bangunan dan perusahaan di wilayah Kabupaten Muba.

Penertiban ini ditujukan, bagi bangunan-bangunan dan usaha yang belum memiliki izin bangunan.  Sebelumnya, penertiban dilakukan di Kecamatan Sekayu, Babat Toman, Sungai Lilin dan Bayung Lencir. Kemarin, giliran usaha dan bangunan yang tak memiliki izin di Kecamatan Sanga Desa yang ditertibkan.

Kepala BP3M Muba, H Amril Nurman yang dibincangi disela-sela penertiban menyebut di Kecamatan Sanga Desa, banyak ditemui usaha, toko, bangunan dan perusahaan yang belum melengkapi perizinannya.

“Mereka kita beri surat peringatan, untuk segera mengurus perizinannya dalam waktu 14 hari kedepan di kantor BP3M Muba. Jika tidak, kita akan tertibkan dan berikan sanksi,” kata Amril, kemarin.

Ia menerangkan, setiap usaha yang menggunakan air permukaan, tempat penyimpanan barang harus mengantongi izin dari BP3M. Selain itu semua bangunan sambungnya, juga wajib memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sementara Sekretaris BP3M Muba, H Zabidi menghimbau semua pelaku usaha di Muba, untuk taat terhadap aturan. Karenanya ia berharap semua pelaku usaha, untuk melengkapi perizinan mereka.

“Izin itu penting, karena usaha yang memiliki izin artinya usaha tersebut dilindungi oleh hukum. Kita siap membantu, jika ada pelak usaha yang kesulitan untuk mengurus perizinan mereka,” ucapnya.

Ia menerangkan, hasil penertiban yang dilakukan Tim Penertiban BP3M selama ini, mendapatkan banyak pelaku usaha, perusahaan dan bangunan yang tidak memiliki izin. “Kita akan terus melakuan penertiban, penertiban ini dibantu oleh Sat Pol PP, Dinas PU CK dan Pengairan, Distamben, Disperindag dan beberapa instansi terkait,” bebernya.

Dibincangi ditempat berbeda, Kepala Bidang (Kabid) Promosi Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Penanaman Modal, BP3M Muba, Eka Purnama Sari menyebut, BP3M akan terus memantau dan membina pelaku usaha yang ada di Muba.  “Karenanya semua pelaku usaha, kita himbau untuk terus berkoordinasi dengan kita. Semua berbagai kesulitan pelaku usaha, bisa kita bantu,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan Peraturan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 3 tahun 2012 , dan pasal 5 huruf (c) UU Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, diterangkan  setiap perusahaan atau penanam modal, wajib untuk menyampaikan LKPM yang berisi tentang realisasi investasi per periode, total investasi yang ditanamkan, jumlah tenaga kerja asing dan kendala yang dihadapi.

“Penyampaian LKPM ini, secara berkala wajib dilakukan setiap enam bulan sekali (semester) untuk perusahaan sudah tahap produksi atau telah ada izin usaha. Sementara untuk perusahaan yang masih dalam tahap pembangunan atau kontruksi, wajib menyampaikan LKPM setiap tiga bulan (triwulan). Karenanya kita minta semua pelaku usaha, untuk berkoordinasi agar kita bisa membantu pembuatan LKPM tersebut,” tukasnya.

 

TEKS              : BAGUS SANTOSO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster