Transmusi Merugi Rp 11 Miliar

 394 total views,  2 views today

Bis Trans Musi

Bis Trans Musi

Selama 2013, Transmusi mengalami kerugian mencapai Rp 11 miliar. Hal tersebut disebabkan biaya operasional, jauh lebih besar dibanding pendapatan yang dihasilkan Transmusi.

Manajer Unit Transmusi, Joko Susanto mengatakan, tahun lalu biaya operasional yang dikeluarkan untuk Transmusi mencapai Rp 43 miliar. Rinciannya, untuk gaji karyawan, bahan bakar, spare part dan lain sebagainya.

“Pendapatan yang diperoleh Transmusi, lebih kecil jika dibandingkan dengan biaya operasional yang harus dikeluarkan. Pendapatan kita tahun lalu, hanya Rp 32 miliar. Artinya kita defisit Rp 11 miliar,” kata Joko ketika dibincangi, Jumat (7/3).

Kerugian yang dialami Transmusi ini sambungnya, juga disebabkan banyak kendaraan yang tidak beroperasional karena mengalami kerusakan. “Dari 150 unit bus yang kami miliki, sekitar 63 unitnya rusak. Sehingga tak ada pendapatan per hari. Sedangkan satu bus itu pendapatannya bisa mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu per hari,” bebernya.

Untuk karyawan sendiri baik driver maupun pramugara, sebanyak 681 orang. Masing-masing karyawan tersebut, perbulannya mendapatkan penghasilan antara Rp 1,3 juta sampai Rp 2,6 juta. Sehingga sebutnya, mau tidak mau harus dilakukan rasionalisasi gaji untuk meminimalisir kerugian. “Berapa besaran rasionalisasi gajinya, masih kita kaji bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang,” ucapnya.

Tak Ada PHK

Sementara itu Wali Kota Palembang, Romi Herton memastikan tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sopir dan pramugara Transmusi, yang dilakukan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), sebagai pengelola Transmusi.

Jaminan ini disampaikan Romi saat bersilaturahmi dengan semua karyawan Transmusi, Kamis (6/3) malam. “Tidak benar, ada 250 karyawan yang akan di rumahkan. Kalau dilakukan efisiensi, itu benar. Kita hanya menginginkan anggaran yang dikeluarkan pemkot untuk PT SP2J, digunakan secara efektif dan efisien,” tegas Romi.

Romi juga menyebut, akan ada rasionalisasi gaji. Saat ini bebernya, gaji yang diterima karyawan Transmusi dinilai tidak rasional. “Berapa gaji yang cocok, dengan kondisi sekarang akan kita kaji,” ujarnya.

Ia juga meminta semua pegawai Transmusi, untuk lebih disiplin. Apalagi ada pegawai yang tidak melaksanakan aturan maka ancam Romi, karyawan itu akan diberikan sanksi. Salah satu sanksinya adalah pemecatan.  “Sopir Transmusi juga akan diberikan target, sehingga penghasilan yang didapatkan bisa mencukupi menutupi biaya operasional. Jangan seperti sekarang,” tukasnya.

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster