Ratusan Honorer K2 Adukan Nasib

 272 total views,  2 views today

Honorer K2 saat mengadukan nasibnya di BKD Kamis (7/2), lalu. Para honore K2 meminta agar dirinya diangkat menjadi PNS

Honorer K2 saat mengadukan nasibnya di BKD Kamis (7/2), lalu. Para honore K2 meminta agar dirinya diangkat menjadi PNS

PALI – Sebanyak 149 tenaga honorer kategori dua (K2) asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  mengadukan nasibnya kepada Pemkab PALI. Tenaga honorer yang bertugas di berbagai instansi itu mempertanyakan masa depannya setelah dinyatakan tidak lulus dalam tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), beberapa waktu lalu.

“Awalnya, kami berjumlah 253 orang, tapi ada  104 orang lulus tes CPNS. Kini, kami yang belum lulus ini belum jelas bagaimana. Padahal kami sangat berharap dapat diangkat menjadi PNS,” kata Rozali, Ketua Forum Komunikasi Honorer Pemerintah (FKHP), Kabupaten PALI.

Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Pemkab PALI, Jumat (7/3), para perwakilan itu diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda), HM Isnaini dan beberapa pejabat eselon II.

Rozali, yang bertindak sebagai juru bicara mengungkapkan bahwa banyak teman-temannya sesama honorer K2 sudah patah semangat bahkan emosi karena keinginan untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), kandas setelah dinyatakan tidak lulus. Sementara status mereka kedepan belum jelas bagaimana.

“Mengingat usia dan masa kerja yang cukup lama, berharap keterbukaan dari pemerintah. Usia kami sudah lanjut tapi tetap tidak lulus. Kami berharap Pemkab PALI dapat memberikan kejelasan sekaligus memperjuangkan kami untuk menjadi pegawai negeri,” ungkap Rozali.

Rozali mengharapkan agar Pemkab PALI dapat melakukan pendataan ulang terhadap honorer K2 yang ada di PALI karena selama ini data tersebut masih di Muara Enim.

“Kami juga ingin menanyakan pak, menurut salah satu anggota DPRD Muara Enim ada penambahan kuota 10% untuk Muara Enim. Kalau benar ada tolong diperjuangkan jatah PALI juga ditambah,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Kepala BKD Kabupaten PALI, Yuhairudin MZ membantah isu penambahan tersebut. Menurut Yuhairudin, penambahan itu hanya isu belaka.

“Kami bersama Pak Sekda sudah menghadiri pertemuan para kepala daerah, sekda dan BKD se-Indonesia di Jakarta yang dihadiri langsung Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RB. Dalam pertemuan itu tidak ada dibahas masalah penambahan” papar Yuhairudin.

Namun demikian, Yuhairudin memastikan Pemkab PALI akan memperjuangkan nasib honorer K2 ini agar dapat diangkat jadi PNS. “Kita tetap berkeinginan, adik-adik dapat diangkat semua,” tegas Yuhairudin yang akrab dipanggil Yuhok itu.

Penegasan Yuhok ini diamini Sekda HM Isnaini. Menurutnya, keinginan agar seluruh honorer K2 diangkat sudah menjadi tekad seluruh bupati dan walikota serta sekda seluruh Indonesia.

“Saat pertemuan di Jakarta yang lalu seluruh bupati dan walikota berkeinginan sama. Ingin honorer K2 diangkat. Agar beban seperti ini bisa dikurangi. Percayalah, kami semua akan memperjuangkannya,” tegas Isnaini.

Nasib honorer K2 ini, lanjut Isnaini tidak bisa hanya dengan pernyataan semata. Karena permasalahan ini sudah diatur dalam UU nomor 5 tahun 2014, maka untuk membuat keputusan harus berupa Peraturan Pemerintah (PP).

“Makanya saat pertemuan di Jakarta yang lalu, menteri PAN RB tidak menjawab iya atau tidak, karena semuanya harus persetujuan presiden yang mengeluarkan PP. Tapi selaku pemerintah daerah, tentunya kami berpihak pada saudara-saudara” jelasnya.

Soal keinginan FKHP yang meminta dilakukan pendataan ulang terhadap honorer  K2 ini, Isnaini menolak. Karena akan menambah persoalan baru. “Sekarang cukup kita gunakan data yang lama saja. Data 253 orang di Muara Enim akan kita ambil dan kita jadikan data kita. Kalau didata ulang, otomatis akan bertambah, sehingga semakin tidak jelas, ujar Isnaini.

 

Teks/Foto      : Indra Setia Haris

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster