Polda Sumsel Buru Asisten Direktur PT Lola Properti

 341 total views,  2 views today

 

PALEMBANG – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, dalam waktu dekat ini akan menjadikan  Asisten Direktur PT Lola Properti, Andre Agasi (40) menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ditetapkannya Andre menjadi DPO Polda Sumsel, lantaran ia tidak kunjung memenuhi panggilan Polda Sumsel. Kini, pria yang sudah melarikan uang 150 pelanggan yang akan membangun rumah murah itu, akan segera ditangkap dan diadili.

Kabid Humas Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi Djarod Padakova, mengatakan, proses penanganan kasus PT Lola Properti sudah memasuki proses penyidikan. Untuk itu, Andre Agasi sebisa mungkin dimunculkan di Polda Sumsel untuk dimintai keterangan.

“Namun, yang bersangkutan tidak pernah memenuhi panggilan kami. Untuk itu, dalam waktu dekat masih tidak memenuhi panggilan, dia (Andre) akan ditetapkan sebagai DPO,” tegas Djarod, Jumat (7/3).

Djarod juga menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan informasi jika melihat keberadaan Andre. Jika memungkinkan, Andre bisa langsung dibawa masyarakat ke Polda Sumsel.

Sebelumnya, Polda Sumsel sudah memintai keterangan dari beberapa saksi. Satu saksi yang sudah dimintai keterangan pejabat dari Dinas PU Cipta Karya Palembang.

Kesaksian yang diberikan kepada penyidik, menerangkan bahwa tidak pernah ada program rumah murah yang dikelola Asosiasi Perumahan Rakyat Nasional (Apernas) dan Dinas PU Cipta Karya Palembang yang bekerja sama dengan PT Lola Property selaku developer.

“AA bukan direktur utama, namun diduga ikut bekerjasama melakukan penipu terhadap masyarakat. Untuk status, AA kini sudah menjadi tersangka,” tegas Djarod.

Seperti diketahui, penipuan rumah murah ini terungkap ketika 150 calon pemilik rumah murah yang telah memberikan booking fee senilai Rp 2 juta kepada pihak PT Lola Property, rumah yang dijanjikan dibeberapa kawasan seperti Gandus, Alang-alang Lebar, Jakabaring dan Talang Keramat tidak kunjung selesai.

Setelah menangih janji pihak pengelola, tetapi hanya menerima janji-janji akhirnya merasa telah ditipu calon pembeli rumah murah ini melaporkannya ke sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polda Sumsel November 2013 lalu.

 

Teks         : Oscar Ryzal

Editor       : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster