Pemkab PALI Akan Surati MenPAN RB

 355 total views,  2 views today

– Meminta Honorer K2 Ditempatkan di PALI

PALI – Dari 253 tenaga honorer K2 yang bertugas di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sebanyak 104 diantaranya dinyatakan lulus. Namun demikian, 104 honorer itu saat ini masih tercatat di BKD Muara Enim sesuai dengan database yang ada di MenPAN RB.

Pemkab PALI akan menyurati Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN RB) dan Pemkab Muara Enim agar mereka ditempatkan diwilayah Kabupaten PALI.

“Nanti akan kita surati agar mereka di tempatkan di PALI. Kita sudah koordinasi dengan BKD Muara Enim,” kata Sekretaris Daerah (Sekda), PALI, HM Isnaini

Menurut Isnaini, penempatan para CPNS itu dikabupaten PALI sangat penting, karena selama ini mereka bertugas sebagai honorer di PALI. Bila mereka ditempatkan di Muara Enim, jelas mereka keberatan. “Selama ini kan mereka mengabdikan diri disini, sudah selayaknya mereka ditempatkan disini. Bahkan ada diantara mereka bertugas dipelosok” jelas Isnaini.

Dari 253 orang honorer K2 di kabupaten PALI 104 diantaranya dinyatakan lulus CPNS. Sementara sisanya 149 masih belum pasti. “Kita masih menunggu Peraturan Pemerintah yang akan dikeluarkan pusat” tambahnya.

Meski demikian, lanjut Isnaini, Pemkab PALI tentunya tidak akan tinggal diam. Nasib honorer ini tetap akan diperjuangkan. Namun lagi-lagi, keputusannya tetap menjadi kewenangan pusat.

Salah satu solusinya adalah, para honorer itu diangkat menjadi  Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Pada dasarnya tenaga P3K ini sama dengan pegawai negri. Seperti Gajinya yang sama tapi hak yang berbeda. Diantara hak yang berbeda itu adalah tenaga P3K tidak mendapat kenaikan pangkat dan tidak mendapatkan pensiun.

Pemkab sendiri saat ini sudah memberikan perhatian terhadap para honorer khususnya bidang pendidikan. Seperti Guru yang mendapatkan tunjangan tambahan penghasilan dari bupati sebesar 250ribu/bulan. “Para guru kan mendapatkan tambahan yang dicairkan setiap bulan” jelasnya.

Kepada para honorer yang belum lulus tersebut, Isnaini berharap untuk tidak gampang percaya dengan isu-isu yang beredar.

“Ada baiknya ditanyakan langsung ke BKD. Wadah seperti FKHP ini bisa menjadi penghubung. Dan Bila ada informasi tentunya akan disampaikan. Percayalah, nasib-teman-teman akan diperjuangkan,” tegas Isnaini.

 

Teks/Foto : Indra Setia Haris





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster