Ancaman Kabut Asap

 311 total views,  2 views today

ADA  kondisi yang membuat warga Kota Palembang dan beberapa kota lainnya di Sumatera Selatan  ketika beberapa hari terakhir diselimuti asap yang diduga dari kebakaran hutan dan lahan di provinsi Riau.  Kabut asap tipis yang mulai menyelimuti Kota Palembang dan sejumlah kota sekitarnya pada pagi dan sore hari berasal dari ‘kiriman’ provinsi tetangga,” kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama di Palembang, Jumat (07/3) kemarin.
Meskipun mulai diselimuti kabut asap pada jam-jam tertentu, belum mengganggu aktivitas masyarakat di provinsi yang memiliki 15 kabupaten dan kota itu, karena sifatnya temporer dan tipis. Dia menjelaskan, berdasarkan pengamatan melalui satelit, wilayah Sumsel masih nihil titik api (hotspot).

Belum terdeteksinya titik api, provinsi yang memiliki 15 kabupaten dan kota itu masih sering hujan dengan intensitas cukup tinggi. Wilayah Sumsel diprakirakan pada bulan ini masih terdapat cukup banyak hujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi yakni berkisar 301-400 milimeter,

Meski demikian, ketika intensitas hujan kemudian mulai menurun di beberapa kawasan di Sumsel juga mulai terlihat adanya kebakaran lahan meski masih dalam skala kecil. Kita mengharapkan ketika musim kemarau nantinya akan datang, warga yang akan mengusahakan pembukaan lahan pertanian agar benar-benar menghindari dengan cara-cara membakar. Sebab jika hal tersebut dilakukan akan sangat banyak dampak negative yang terjadi.

Ketika kebakaran lahan itu meluas dan tak terkendali maka bias saja membahayakan jiwa manusia. Bukan hanya itu kalau kebakaran itu meluas dan melahap hutan-hutan yang seharusnya dijaga kelestariannya, maka akan mengakibatkan suasana kekeringan akan terasa menyengat. Sebab hutan-hutan yang seharusnya menjadi produsen oksigen justru menjadi arang dan meranggas sedemikian rupa. Bukan hanya itu hilangnya hutan itu juga menyebabkan habisnya fungsi hutan yang dapat menjadi reservoir atau menahan air tanah yang sangat dibutuhkan untuk konsumsi manusia.

Dan yang lebih memprihatinkankan adalah kebakaran itu akan menimbulkan kabut asap yang meluas dan sangat membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Adanya kabut asap bias menimbulkan ancaman penyakit ISPA yang meluas.  Oleh karena itu kita mengharapkan adanya langkah-langkah antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah sehingga kebakaran hutan dan lahan benar-benar dapat dihindarkan. Semoga demikian. (Sarono P Sasmito)

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster