700 Mortil Aktif Akan Dimusnahkan

 139 total views,  2 views today

Ilustrasi Mortir

Ilustrasi Mortir

PALEMBANG – Meledaknya gudang senjata Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) di Tanjung Priok, Jakarta Utara membuat pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, mengantisipasi penuh peristiwa tersebut terjadi di Palembang.

Untuk itu, Polda Sumsel berencana akan memusnahkan 700 mortir aktif yang saat ini masih tersimpan di gudang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarkat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi R Djarod Padakova, mengatakan, pemusnahan 700 mortil aktif, dengan cara diledakan atau  ditenggelamkan di dasar laut.

“Selama ini seluruh mortir dan peluru disimpan di dalam gudang persenjataan Polda Sumsel dan Brimob Polda Sumsel,” ungkapnya, Jumat (7/3).

Ia menambahkan, tindakan tersebut diambil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di Jakarta beberapa hari lalu.

“Kita menyimpan 700 mortir dari temuan masyarakat yang diserahkan kepada Polda Sumsel. Karena sifatnya temuan masyarakat, mortit yang kita simpan terdiri dari berbagai jenis usia,” kata Djarod, Jumat (7/3).

Masih kata Djarod, selain memisahkan antara mortir dengan amunisi dan sejata, pemeriksaan dan pengetatan penjagaan di gudang juga dilakukan.

Tak hanya itu, lanjutnya, kondisi suhu di dalam gudang juga tetap dijaga agar tetap stabil sehingga logam-logam yang ada di dalam gudang tidak memuai dan memicu terjadinya ledakan.

“Peluru dan senjata inventaris, tetap dilakukan pengecekan bila akan digunakan. Begitu juga dengan saat pengembalian senjata. Seluruhnya harus dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Proedur (SOP),” kata Djarod.

Dilanjutkan Djarod, Polda Sumsel juga melakukan uji psikologis dan kemampuan untuk anggota setiap enam bulan sekali bagi yang memegang senjata. Selain itu juga melakukan pelatihan dan mengujian secara langsung.

“Momen seperti menjelang pemilu seperti sekarang merupakan momen yang sering dijadikan latihan. Namun, latihan di luar momen pilkada juga tetap dilakukan,” pungkas Djarod.

 

Teks       : Oscar Ryzal

Editor     : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster