UMKM Masih Sulit Bersaing

 234 total views,  2 views today

Ilustrasi UKM

Ilustrasi | Antarafoto.com

PALEMBANG – Produk-produk yang dihasilkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia termasuk Sumatera Selatan (Sumsel), masih sulit bersaing untuk menembus pasar retail modern. Hal ini disebabkan, masih minimnya daya kreatifitas kemasan (packaging) serta kontinuitas produk.

Saat ini menurut  Direktur Dagang Kecil Menengah dan Produk Dalam Negeri, Kementrian Perdagangan (Kemendag), Hamid Suhanto, baru ada 592 UMKM di Indonesia yang menjadi pemasok produk ke pasar retail modern di dalam negeri.

Menurutnya, produk-produk UMKM harus mampu menyerbu pasar retail modern di dalam negeri. Jumlah 592 UMKM di Indonesia, yang bisa menembus pasar retail modern tersebut menurutnya, masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah UMKM yang ada.

“Persoalannya, bagaimana mereka bisa mengemas produk mereka semenarik mungkin dan bisa bertahan di pasar retail modern. Sementara untuk permodalan, kita siap menjembatani dengan bank, selaku pemilik kredit usaha,” kata Hamid yang dibincangi di Hotel Aryaduta, Palembang, Kamis (6/3).

Agar target tersebut tercapai, pemerintah bakal terus mengawal pasar modern yang terus berkembang untuk memberi ruang kepada hasil lokal atau produk lokal, untuk bisa bersaing secara sehat.

Pada 2014 ini jelasnya, Kemendag menargetkan bisa melakukan penambahan minimal 250 UMKM, yang bisa memasok produknya ke ritel modern.  Sebagai bentuk keseriusan sambungnya, Kemendag melakukan pemberdayaan UMKM secara berkala. Salah satunya melalui forum temu usaha UMKM dengan retail modern.

Saat ini bebernya, baru ada lima daerah yang menjadi fokus Kemendag untuk peningkatan jumlah UMKM yang bisa menjadi pemasok ritel, salah satunya adalah Sumsel.  “Karenanya, kami terus mendorong upaya itu dengan bekerjasama dengan pelaku retail pasar modern atau gerai modern. Mereka diharapkan, bisa membimbing pelaku UMKM,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Permana menyebut, saat ini hanya 22 persen UMKM di Sumsel, yang berhasil menembus pasar modern.

Diakuinya, persyaratan untuk bisa masuk ke pasar modern, tidak berat asalkan UMKM bisa mengikutinya. Disperindag sendiri telah berupaya untuk mengurai permasalahan tersebut. Setidaknya lanjut dia, peningkatan kewirausahaan secara mandiri serta melakukan restrukturisasi untuk memfasilitasi semua yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha, siap dilakukan pihaknya.  “Kita wujudkan melalui pola kemitraan antara perusahaan besar dan kecil,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster