Tidak Hujan Kabut Asap Kian Pekat

 185 total views,  2 views today

– Masih Tipis Namun Buat Mata Perih

PALEMBANG – Kabut asap, kini mulai “menyerbu” Palembang. Walau pun relatif tipis, namun kabut asap tersebut cukup menganggu dan dikeluhkan warga. Pantauan Kabar Sumatera, Kamis (6/3), kabut asap itu terlihat menutupi sebagian perairan di Sungai Musi, saat dilihat dari atas Jembatan Ampera.

Andri (27), salah seorang warga yang dibincangi saat melintas di Jembatan Ampera mengaku, kabut asap tersebut muncul di pagi hari. “Memang tidak terlalu tebal, tetapi cukup membuat mata perih,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan Fatimah, saat dibincangi di tempat yang sama. Wanita yang mengaku tinggal di Jalan DI Penjaitan, Plaju ini menyebut cukup terganggu dengan kabut asap.  “Saat mengendarai sepeda motor, terasa nian mata kito jadi pedih bahkan keluar air. Mudah-mudahan bae (saja), kabut asap nya tidak lama,” harapnya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kenten Palembang, M Irdam yang dihubungi Kabar Sumatera menilai, kabut asap itu masih wajar.  “Kabut asap itu, kemungkinan besar bukan dari kebakaran hutan atau lahan. Tetapi disebabkan dari asap knalpot kendaraan bermotor yang lambat hilang,” ucapnya.

Ia menerangkan, kelembaban udara di Palembang ini masih tinggi. Sehingga kemungkinan terjadinya kabut asap yang pekat sangat kecil.  Namun menurutnya, apabila dalam dua atau tiga hari kedepan, hujan tidak turun maka kabut asap yang pekat berpotensi terjadi di metropolis.

“Kabut asap pekat, besar kemungkinan terjadi di Palembang akibat kiriman asap dari Riau. Arah angin saat ini, menuju Sumsel sehingga kabut asap yang terjadi di Riau akibat kebakaran hutan dan lahan bisa sampai ke Palembang. Tetapi kita berharap kabut tersebut tidak sampai,” ujarnya.

Irdam menambahkan, ketebalan asap yang melanda Pekanbaru Riau tersebut, dikarenakan lahan terbakar, bahkan jarak lebih dari 50 meter. “Penerbangan saja terpaksa dihentikan, berarti sudah sangat parah. Mudah-mudahan Sumsel, tidak mendapatkan dampaknya,”tukasnya.

Sebelumnya sebagai informasi, Sumsel sampai saat ini belum menetapkan siaga terhadap kabut asap walaupun di provinsi tetangga, bencana kabut asap tersebut kian parah. Hal itu menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebakaran Hutan dan Hutan, Dinas Kehutanan (Dishut) Sumsel, Taufik, karena sampai saat ini belum terpantau adanya titik api di Sumsel.

Menurutnya, sifat titik api ini kadang berubah-ubah tergantung aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat. “Pemantauan kita, belum ada titik hot spot yang terlihat. Mudah-mudahan bisa bertahan lama,” kata Taufik ketika dibincangi, Kamis (27/2) di ruang kerjanya.

Kendati demikian, berdasarkan catatan yang masuk ke pihaknya, titik panas yang terpantau tiga hari terakhir, selalu berubah (fluktuatif) dan masih dalam kategori titik panas. Tanggal 24 Februari sebutnya terpantau lima titik, pada 25 terpantau sembilan titik, terakhir pada 26 tidak ada.

Selain berfluktuatif sambungnya, titik panas yang terpantau lokasinya tidak tetap. “Karena berpindah-pindah inilah, kita kategorikan masih dalam titik panas. Jika ada satu titik api yang lokasinya tetap, maka itu baru masuk dengan kategori hot spot,” terangnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster