Sopir Bus Kota Pingsan Usai Menjambret

 430 total views,  2 views today

Irawan (28), warga Jalan Ki Merogan, Lorong Paiman, RT 15, RW 10, Kecamatan Kertapati Palembang, ditangkap warga setelah tersangka jatuh pingsan usai menjambret

Irawan (28), warga Jalan Ki Merogan, Lorong Paiman, RT 15, RW 10, Kecamatan Kertapati Palembang, ditangkap warga setelah tersangka jatuh pingsan usai menjambret

PALEMBANG – Irawan (28), warga Jalan Ki Merogan, Lorong Paiman, RT 15, RW 10, Kecamatan Kertapati Palembang, ditangkap warga setelah tersangka jatuh pingsan usai menjambret, Rabu (05) pukul 22.30

Tersangka yang pingsan saat ditangkap warga, lantaran menabrak pengendara sepeda motor yang lain, sementara seorang tersangka lainnya Dedi (30), yang kini menjadi daftar pencaroan orang (DPO) Polisi, berhasil kabur usai kejadian.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini pria yang sehari-harinya bekerja sebagai supir Bus Kota jurusan Plaju-KM 12 ini, harus merasakan tinggal diubin penjara Polsekta Kemuning Palembang.

Penangkapan tersebut saat Irawan dan Dedi melakukan aksi jambret di Jalan Torpedo, Kelurahan 20 Ilir  D II, Kecamatan Kemuning tepatnya di depan Masjid Raya.

Saat itu korban melintas di lokasi kejadian, tersangka Irawan yang sebagai sopir melihat korban sedang dibonceng pacarnya melintas.

Melihat tas korban sedang dipangku, tersangkapun langsung mengejar dan memepetnya dari sebelah kiri yang kemudian menyuruh Dedi untuk menariknya.

Setelah berhasil menguasainya, tersangka dengan maksud hati untuk tancap gas. Namun, naas ketika itu ada pengendara motor yang keluar dari lorong sehingga tabrakan pun tak terhindari.

Akibat tabrakan tersebut tersangkapun terjatuh dan sempat tak sadarkan diri karena mengalami luka di bagian tangan, kaki dan biru-biri di bagian badan, sementara rekan tersangka melarikan diri.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan  barang bukti sepeda motor Yamaha Vega ZR nomor Polisi BG 5464 NY milik tersangka,  tas berwarna cokelat yang berisi Hp black berry, dompet yang berisi uang Rp 50 ribu serta kartu lainnya milik korban atas nama Shinta Dewi (21), warga Jalan Mayor Salim Batu Bara RT 15, RW 4, Kelurahan Skip Jaya, Kecamatan Kemuning.

Diceritakan Irawan, ia nekat menjambret lantaran uang hasil bekerja sebagai sopir tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup dan membiayai istri serta kedua anak yang masih kecil.

“Saya diajak oleh Dedi untuk menjambret,  saya ditugaskan untuk menjadi pilot, sedangkan yang mengeksekusi korban Dedi, rencanyanya kalau berhasil uangnya untuk biaya hidup keluarga,” ujar bapak beranak dua ini.

Kapolsekta Kemuning Palembang, Ajun Komisaris Polisi, Nuraini, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Saat ini tersangka telah kita amankan beserta barang bukti dan atas perbuatan mereka ini kita jerat dengan Pasal 363 KUHP,” pungkasnya.

 

Teks       : Oscar Ryzal

Editor    : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster