Proyek Irigasi di Lempuing Baru 60 Persen

 597 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Proyek pembuatan irigasi teknis senilai Rp 400 milyar di Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI sudah dilakukan sejak 2013 lalu. Hingga Maret 2014 ini, pengerjaan irigasi sepanjang 1 400 meter itu sudah mencapai 60 persen. Irigasi ini nanti akan mengaliri sawah di 7 desa yakni Cahya Tani, Sukamaju, Bumi Agung, Sumber Agung, Kepahyang, Tebing Suluh dan Tugu Mulyo.

Demikian dikatakan Iman Tohari SE MM MSi selaku Camat Lempuing mewakili Bupati OKI Iskandar SE saat ditemui di Desa Tugumulyo Lempuing, Kamis (6/3). Menurutnya, irigasi yang bersumber hibah dari Negara Jepang dengan luas sekitar 13 500 hektar itu akan selesai Desember mendatang.

Dipaparkan dia, hingga awal Maret ini pengerjaan proyek tersebut ada yang masih penimbunan tapi ada juga yang sudah pemasangan talang. Pemasangan talang sudah dilakukan di Desa Sumber Agung, Kepahyang dan Tebing Suluh, sedangkan di Desa Bumi Agung dan Sukamaju masih penimbunan.

“Untuk pengaliran saluran airnya dilakukan di Desa Cahya Tani, yang menghubungkan irigasi di OKI dengan OKU Timur. OKU Timur juga ada irigasi Upper Komering, namun irigasi yang di OKI sudah baru selesai sekitar 60 persen,”kata dia.

Ditanya mengenai kendala di lapangan, kata dia pasti ada. Kendala utamanya berupa proses tingginya harga ganti rugi lahan warga yang lahannya dilalui irigasi, khususnya di Desa Tugu Mulyo. Namun sudah ada tim irigasi ke turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi dan kehendak masyarakat mengenai ganti rugi lahan.

Dibeberkannya, fungsi tim irigasi tersebut layaknya berstudi banding. Selama ini mengenai ganti rugi lahan, besaran rupiahnya masih ditentukan sesuai kehendak warga yang memiliki lahan. Namun adanya tim ini sudah menyelesaikan problem harga ganti rugi lahan.

Contohnya di Desa Tebing Suluh. Tahun 2012 lalu, warga menghendaki ganti rugi lahan senilai Rp 160 ribu/meter namun naik drastis menjadi Rp 270 ribu/meter di tahun 2013. Namun tim melakukan pertemuan dengan warga, hasilnya disepakati harga ganti rugi lahan Rp 200 ribu/meter.

“Akhirnya ada kesepakan harga, wargapun tidak bisa memaksakan kehendak harga berdasarkan kemauan mereka sendiri karena tim kembali ke pemerintah, pakai undang-undang. Namun di Desa Tugumulyo, proses ganti rugi lahannya belum deal dan tim masih intens melakukan pertemuan dengan warga. Untuk di Desa Cahya Tani, masih dalam proses,”bebernya.

Lebih jauh diutarakannya, irigasi teknis merupakan program yang baik bagi pemerintah khususnya masyarakat/petani. Adanya irigasi teknis ini akan meningkatkan volume panen bagi petani menjadi 4 kali panen pertahun, 2 kali panen padi dan 2 kali panen palawija.

Diberitakan sebelumnya, Juni 2012 lalu telah dilakukan penandatanganan paket kontrak dimulainya pekerjaan proyek irigasi. Penandatanganan dihadiri Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Arie Setiadi Moerwanto), Direktur Bina Program (Mudjiadi) dan Kepala Balai BBWS Sumatera VIII (Biston Simanjuntak).

Mohammad Hasan selaku Direktur Jenderal Sumber Daya Air mengatakan, pembangunan irigasi yang dibiayai oleh Loan JICA tersebut harus selesai tepat waktu sesuai kesepakatan. Pekerjaan akan selesai tepat waktu jika didukung SDM yang dapat bekerja tepat dan arif dalam melaksanakan tugasnya di lapangan.

 

TEKS         : DONI AFRIANSYAH

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster