Polisi Bawa Satu Kardus Dokumen Dari Rumah Bandar Narkoba

personil dari Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang, menggeledah rumah Andi Bayonet (37), bandar narkoba yang sudah diamankan Polda Sumsel.

personil dari Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang, menggeledah rumah Andi Bayonet (37), bandar narkoba yang sudah diamankan Polda Sumsel.

PALEMBANG – Usai menggagalkan penyeludupan narkoba seberat satu kilogram atau senilai Rp 1,5 miliar  asal Aceh, Selasa (4/3) lalu,  Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), terus melakukan pengembangan.

Kemarin (6/3), 20 personil dari Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resort Kota (Polresta) Palembang, menggeledah rumah Andi Bayonet (37), bandar narkoba yang sudah diamankan Polda Sumsel.

Penggeledahan itu dilakukan di rumah Andi Bayonet yang berada di Kompleks Perumahan  Sasana Patra, Jalan Pandawa, Blok G2, Rt 25/08, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, sekitar pukul 14.00 WIB itu, petugas tidak berhasil mendapatkan serbuk haram yang diduga masih disimpan tersangka.

Pantauan Kabar Sumatera, penggeledahan itu dilakukan  petugas kurang lebih selama tiga jam lebih yakni mulai pukul 14.00 WIB. Penggeledahan di rumah berlantai dua bercat hijau, dengan pagar warna hitam itu, disaksikan istri pertama dari Andi Bayonet, Susi (35) dan dua tetangganya, Sinta (29) serta Yeni (35).

Sekitar pukul 17.30 WIB, anggota Sat Res Narkoba Polresta Palembang ini, baru keluar dari rumah tersebut. Saat meninggalkan rumah itu, petugas hanya membawa kardus yang diduga berisi dokumen-dokumen dan surat bukti transfer narkoba milik tersangka.  “Susi itu, istri pertama Andi. Dia jarang disini, karena tinggal di rumah istri keduanya,” kata Sinta, salah satu tetangga Andi Bayonet ketika dibincangi, kemarin.

Sinta mengaku sempat bingung, melihat banyak petugas yang datang dan masuk ke rumah tetangganya itu. “Tadi saya berada di kamar Susi bersama Yeni, saat banyak polisi yang datang, Susi sempat shock,” terangnya.

Ketua Rt 25, Arifin Harun menerangkan, sebelum penggeledahan, petugas dari Polresta tersebut sempat menghubunginya untuk ikut datang ke rumah Andi guna menyaksikan petugas melakukan penggeledahan.  “Andi sudah tiga tahun tinggal disini, namun saya tidak dekat karena dia memang jarang kumpul dengan warga disini. Selama ini, dia juga jarang pulang disini,” jelasnya.

Harun mengaku tidak menyangka kalau warganya itu, adalah bandar narkoba. “Saya tidak tahu itu, saya juga tidak mau mencampuri urusan usaha warga disini apalagi memang tidak ada komplain dari tetangga sekitar rumahnya,” ucapnya.

Sementara Kasat Res Narkoba Polresta Palembang, Kompol Sruyandi yang hendak di konfirmasi, tidak mau memberikan keterangan.  Ia langsung kabur tanpa berkomentar, saat wartawan mendekatinya usai penggeledahan tersebut.

 

TEKS              : OSCAR RYZAL

EDITOR          : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com