Menanti Nyali Kesbangpol

 237 total views,  2 views today

– Kesepakatan dan Aturan Tidak Digubris

Jalan Merdeka di Simpang Tebing Gofar merupakan salah satu areal yang terlarang memasang baliho. Tapi dibiarkan tetap dibiarkan saja oleh Badan KesbangpolPP

Jalan Merdeka di Simpang Tebing Gofar merupakan salah satu areal yang terlarang memasang baliho. Tapi dibiarkan tetap dibiarkan saja oleh Badan Kesbangpol PP

PALI – Pemilihan Umum (Pemilu), untuk memilih calon wakil rakyat baik DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPD RI dan DPR RI tinggal satu bulan lagi.

Para Calon Anggota Legislatif (Caleg), terus bergrilya serta memajang foto-fotnya dalam bentuk baliho atau spanduk untuk meraih simpatik meski harus “menabrak” aturan yang sudah ditetapkan.

Padahal, pada 26 Februari 2014 lalu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik-Polisi Pamong Praja (Kesbangpol PP), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), membuat kesepakatan dengan seluruh pimpinan parpol yang ada di kabupaten PALI.

Dalam pertemuan itu, para parpol sepakat untuk membongkar sendiri baliho caleg yang terpasang diruas jalan Merdeka dari Simpang Lima sampai Tebing Gofar. Namun sayangnya, kesepakatan tersebut dilanggarnya.

Ironismya, belum ada tindakan tegas dari Badan Kesbangpol PP PALI untuk menurunkan paksa baliho atau spanduk yang terpampang di pinggir jalan lantaran melanggar aturan yang sudah ditetapkan.

Kini, masyarakat menanti nyali Badan Kesbangpol PP untuk menindak tegas menurunkan baliho atau spanduk tersebut.

Mulyadi Asoy, Ketua Forum Aspirasi Masyarakat PALI (FAM-PALI) mengecam keras ketidakberanian Badan Kesbangpol ini.

“Sama saja dengan macan ompong, diberi kewenangan menegakkan aturan tapi tidak berani melaksanakannya. Mau jadi apa PALI ini ke depan, kalau pelanggaran didiamkan,” kata Mulyadi.

Seharusnya, menurut Mulyadi, Badan Kesbangpol bertindak tegas menertibkan setiap pelanggaran yang terjadi dan tidak pandang bulu. “Dari awal inilah seharusnya aturan itu ditegakkan. Kalau begini, sama saja merendahkan wibawa Pemkab PALI. Aturan kok dilanggar,” sindir Asoy.

Apalagi pelanggaran terhadap peraturan pemilu ini sudah sangat marak terjadi di Bumi Serepat Serasan.

Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Talang Ubi, M Taufiq SE menerangkan bahwa berdasarkan rilis yang dikeluarkan KPUD Muara Enim 70 persen parpol melakukan pelanggaran.

Bentuk pelanggaran dalam aturan tersebut sangat jelas terlihat. Seperti dalam pemasangan baliho, KPU melarang para caleg memasang baliho yang mencantumkan foto. Sedangkan untuk parpol masih diperbolehkan menggunakan baliho, namun tetap ada aturan mengenai isi dan jumlah yang diperbolehkan dipasang di tempat umum.

“Dalam PKPU nomor 15 tahun 2013 yang diterbitkan tertanggal 27 Agustus lalu, KPU memberikan sejumlah batasan bagi aktivitas sosialisasi dan promosi perseorangan caleg maupun partai politik peserta pemilu. Dalam PKPU yang efektif berlaku per 27 September kemarin, KPU melarang mencantuman foto para caleg dalam setiap baliho yang dipasang oleh partai politik,” ujar Taufiq.

Pantauan Kabar Sumatera, Kamis (6/3) kemarin, sepanjang jalan Merdeka masih dijejali oleh baliho caleg. Anehnya, di daerah yang dilarang dipasang baliho justru ramaii terpampang foto para calon wakil rakyat yang terhormat itu.

Di Simpang Lima, puluhan baliho berjejal saling berebutan menampakkan diri. Meskipun harus berjejer didepan gerbang SDN 17 Talang Ubi. Beberapa baliho bahkan sudah ada yang robek dan kusam karena terlalu lama dipajang.

Pun demikian di Tebing Gofar, nyaris tidak ada tempat lagi untuk memasang baliho. Semuanya sudah penuh terpasang.

Caleg itu adalah Irwan ST dari Partai Golkar saat dihubungi KabarSumatera, mengaku menurunkan sendiri poster dirinya. “Sesuai kesepakatan, yaa kita turunkan. Kita taat aturan saja,” kata Irwan.

Irwan juga menyayangkan sikap Badan kesbangpol yang belum melaksanakan tugasnya. “Seharusnya Kesbangpol melepas semua baliho yang lain. Kesepakatannya kan begitu” tambah mantan wakil ketua DPRD Muara Enim itu.

Sementara itu, Kepala Badan KesbangpolPP, Husman Gumanti SE saat dihubungi mengaku masih berada di Jakarta. “Nanti tunggu saya pulang dari Jakarta akan kita rapatkan dulu,” ujar mantan Camat Tanah Abang ini.

 

Teks       : Indra Setia Haris

Editor     : Junaedi Abdillah

 

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster