Masuki Musim Kemarau, Warga Dihimbau Tidak Bakar Lahan

 307 total views,  2 views today

PALI – Musim kemarau sudah mulai terasa di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sejak awal Februari lalu. Masyarakat diminta waspada terhadap bahaya kebakaran. Karena itu masyarakat agar tidak sembarang membakar lahan baik areal perkebunan dan lahan lainnya.

Himbauan ini secara resmi telah dikeluarkan oleh orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan melalui surat Bupati Pali tertanggal 28 Februari 2013 lalu, perihal batas toleransi Hotspot dan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan 2014 di Kabupaten Pali.

Surat itu sendiri secara berantai telah disampaikan hingga ke pemerintah tingkat desa dalam hal ini para Kepala desa (kades) di wilayah Pali. Termasuk para Kades di wilayah Kecamatan Talang Ubi, juga sudah dapat suratnya.

Camat Talang Ubi, Asrohi S.Sos MH, mengatakan, penegasan ini disampaikan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau tahun ini. “Himbauan ini dalam rangka antisipasi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat kita minta waspada. Jangan bakar lahan kalau mau buka areal perkebunan,” imbau Asrohi.

 

Kata dia, jika masyarakat membakar lahan dikhawatirkan akan merambat ke hutan di sekitarnya, dan ini bisa menimbulkan kebakaran hutan yang akan sangat merugikan bagi siapapun. “Pernah ada kejadian lahan yang dibakar kemudian merambat, ujungnya saling adu,” kata Asrohi.

 

Oleh karena itulah, lanjutnya, masyarakat yang ingin membuka kebun baru dihimbau tidak dengan cara lama yakni membakar lahan. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan dalam membuka lahan ini. Seperti, Asrohi memisalkan bisa pakai dozer.

 

“Upah tebang dengan dozer sebetulnya tidak berbeda jauh. Tapi kalaupun memang terpaksa harus dibakar, pemilik lahan mesti hati-hati. Lahannya harus dijaga, dan juga memperhatikan jarak aman pembakaran,” ingatnya lagi.

 

Ataupun juga sambungnya, pemilik lahan yang ingin membuka lahan bisa kerjasama dengan perusahaan setempat, untuk membantu penjagaan api dan membuatkan sekat bakar.

 

“Dulu memang ada himbauan pada perusahaan terdekat untuk membantu penjagaan api dan membuatkan sekat bakar. Petugasnya juga bisa diperbantukan,” jelasnya. 

 

Surat himbauan tentang Batas toleransi Hotspot dan kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan yang ditandatangani Penjabat Bupati Pali Ir H Heri Amalindo MM ini, adalah menindaklanjuti surat Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Sumsel tertanggal 18 februari 2014 lalu.

 

Adapun isinya, meminta kepada seluruh pimpinan BUMN/ BUMD/ BUMS bidang kehutanan dan perkebunan serta Camat dalam wilayah Pali, dapat mengantisipasinya dengan cara sebagai berikut;

 

Agar tidak melakukan pembakaran di dalam kegiatan pembukaan dan penyiapan lahan usaha (land clearing). Berkoordinasi dengan instansi terkait baik dengan tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Hotspot).

 

Lalu, melakukan patroli secara rutin dan ground check hotspot sehingga bila terjadi kebakaran dapat segera diatasi. Agar segera membentuk tim pengendali kebakaran samai tingkat desa atau unit kerja lapangan/ lokasi.

Apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di sekitar areal kerjanya supaya direspon dengan cepat dan memberikan bantuan baik tenaga, sarana, yang dimiliki agar bencana kebakaran dapat ditekan sedini mungkin.

Selanjutnya, agar mengaktifkan kegiatan posko siaga pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta melaporkan bila terjadi hutan dan lahan pada dinas instansi terkait.

Teks      : Indra Setia Haris

Editor     : Junaedi Abdillah

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster