Kini Inflasi Terkendali

 290 total views,  2 views today

Ilustrasi Inflasi | Ist

Ilustrasi Inflasi | Ist

PALEMBANG – Bank Indonesia Wilayah VII Palembang mencatat selama Februari 2014, Sumsel mengalami deflasi dan Maret 2014 ini inflasi terkendali.

Sejak Januari 2014, terdapat penambahan kota sampel IHK di wilayah provinsi Sumatera Selatan, yaitu kota Lubuklinggau. Perkembangan inflasi Provinsi Sumatera Selatan, yang dihitung dari inflasi kota Palembang dan kota Lubuklinggau pada Februari 2014 ini mengalami deflasi sebesar 0,26% (mtm) atau secara tahunan inflasi sebesar 6,06% (yoy). Deflasi ini diakibatkan oleh deflasi pada kelompok volatile food sebesar 1,41% (mtm).

“Kontributor deflasi terbesar pada kelompok volatile food berasal dari kelompok bahan makanan yaitu subkelompok bumbu-bumbuan dan subkelompok daging dan hasil-hasilnya. Komoditas yang penyumbang deflasi terbesar adalah cabai merah, daging, dan bawang merah. Hal ini searah dengan hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) bulan Februari 2013 yang menunjukkan deflasi sebesar 0,03% (mtm) terutama akibat penurunan harga pada kelompok volatile food,” demikian kata Salendra, Kepala Divisi Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Wilayah VII, Kamis (6/3).

Dalam siaran persnya, Salendra berkata, untuk kelompok administered price dan kelompok inti mengalami perlambatan inflasi masing-masing sebesar 0,00% (mtm) dan 0,11% (mtm). Subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air pada kelompok administered price mengalami deflasi 0,31% (mtm) pada bulan ini, setelah terjadi revisi kenaikan harga elpiji yang tidak setinggi rencana sebelumnya. Namun deflasi kelompok administered price ini tertahan oleh inflasi subkelompok tembakau dan minuman beralkohol akibat kenaikan harga pada komoditas rokok.

Perlambatan inflasi kelompok inti diakibatkan oleh deflasi pada subkelompok biaya tempat tinggal sebesar 0,12% (mtm). Salah satu penyebab deflasi subkelompok ini adalah penurunan harga pada komoditas batu bata/batu tela. Selain itu, perlambatan inflasi juga terjadi pada komoditas emas perhiasan. Hal ini sejalan dengan hasil SPH yang mencatat deflasi komoditas emas perhiasan yang disebabkan menurunnya harga komoditas internasional emas dari USD 1243,8/mt di Januari 2014 menjadi USD 1257,5/mt di bulan Februari atau melambat dari 1,8% (yoy) menjadi 1,1% (yoy).

Berdasarkan wilayah, deflasi terjadi baik pada kota Palembang maupun Lubuklinggau. Kota Palembang mengalami deflasi sebesar 0,24% (mtm) atau 6,13% (yoy) akibat penurunan harga pada kelompok volatile food. Sedangkan kelompok lainnya, yaitu kelompok inti dan administered price mengalami perlambatan inflasi. Sementara itu, kota Lubuklinggau mengalami deflasi pada Februari 2014 yang terjadi pada seluruh kelompok dengan deflasi tertinggi terjadi dari kelompok volatile food yaitu 1,14% (mtm).. Pada bulan ini kota Lubuklinggau mengalami deflasi yang lebih dalam dibandingkan kota Palembang yaitu 0,41% (mtm) atau secara tahunan tercatat inflasi sebesar 6,64% (yoy).

“Inflasi Sumsel di Maret 2014 diperkirakan tetap terkendali. Beberapa faktor utama yang diperkirakan mempengaruhi inflasi sebagai berikut seperti tekanan inflasi dari kelompok volatile food diperkirakan masih terjaga didorong masuknya masa panen. Pasokan yang berlimpah pada Februari 2014 diperkirakan akan berlanjut hingga Maret 2014. Curah hujan juga diperkirakan akan berkurang sehingga kegiatan distribusi akan menjadi lebih baik. Komoditas ikan segar, yang masih merupakan penyumbang inflasi pada bulan Februari 2014 ini diperkirakan akan bertambah seiring dengan cuaca yang semakin kondusif untuk kegiatan penangkapan ikan,” jelasnya.

“Pasokan beras diperkirakan meningkat pada Maret 2014. Total luas panen padi Sumsel diperkirakan meningkat untuk tahun 2014 sebesar 2,45% (yoy) atau dari 835.635 ha tahun 2013 menjadi 855.635 ha di tahun 2014. Pada bulan Maret, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura memperkirakan bahwa luas panen padi masih akan tinggi setelah puncaknya pada bulan Februari 2014 ini,”ungkapnya.

Tekanan pada kelompok inti diperkirakan minimal. Indeks Keyakinan Konsumen menunjukkan perlambatan di kota Palembang namun masih pada level positif sehingga diperkirakan konsumsi rumah tangga masih akan tinggi. Adanya long weekend pada minggu terakhir Maret diperkirakan akan mendorong konsumsi masyarakat. Harga internasional komoditas utama Sumsel, yaitu karet dan CPO yang masih melambat sehingga pertumbuhan konsumsi masih akan tumbuh terbatas.

Tekanan inflasi dari kelompok administered price diperkirakan melambat sesuai dengan hasil Survei Pemantauan Harga. Berdasarkan survei, dampak langsung kenaikan elpiji sudah minimal, dan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi juga sudah hilang.

“Pada Maret 2014 diperkirakan terjadi tekanan inflasi akibat meningkatnya konsumsi menjelang Pemilu legislatif, rencana kenaikan gaji PNS,” katanya.

 

TEKS        : AMINUDIN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster