Jelang Pileg dan Pilpres Peredaran Uang Palsu Meningkat

 379 total views,  4 views today

Asisten Direktur Bidang Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI Wilayah IV Sumbagsel, Dadan M Sadrah

Asisten Direktur Bidang Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI Wilayah IV Sumbagsel, Dadan M Sadrah

PALEMBANG – Mendekati pesta demokrasi April mendatang, peredaran uang palsu di Sumatera Selatan meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah VII mencatat pada periode Januari-Februari 2014 setidaknya ada sekitar 226 lembar uang palsu yang beredar di Sumsel.

“Tahun politik ini ikut mendorong tingginya penyebaran uang palsu khususnya di Sumatera Selatan, hal ini bisa dibandingkan dengan jumlah penyebaran pada periode yang sama tahun 2013,”kata Asisten Direktur Bidang Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI Wilayah IV Sumbagsel, Dadan M Sadrah Rabu (5/3).

Pada periode Februari 2014 kata dia, pihaknya berhasil menghimpun sebanyak 134 lembar upal senilai Rp 11.870.00. Jumlah ini meningkat dari bulan sebelumnya sebanyak 92 lembar dengan nilai Rp 8.310.000.

Tidak menutup kemungkinan peredaran uang palsu ini kata dia, akan terus meningkat seiring semakin dekatnya pesta demokrasi yaitu pemilu legislatif dan presiden.

“Momen ini akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan Upal mengingat kebutuhan logistik jelang pileg akan meningkat,” ungkapnya.

Diungkapkannya, penyebaran Upal ini banyak ditemukan dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, dan kuota terbanyak adalah Wilayah Palembang. “Sejauh ini, uang palsu dan uang yang tidak layak edar banyak ditemukan pada pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, kebanyakan terdapat di Palembang terutama dari toko-toko kecil,” tambahnya.

Modus penyebaran upal ini kata dia, banyak menyasar warung-warung tradisional yang tidak bisa membedakan mana uang palsu dan mana yang asli, aktifitasnyapun biasanya dilakukan dimalam hari. “Puncaknya akan terjadi di bulan Maret, seiring dengan meningkatnya transaksi persiapan pemilihan, maupun adanya penggunaan anggaran pemerintah untuk pengerjaan proyek,”cetusnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi keberadaan uang palsu dan uang yang tidak layak edar disekitarnya. Selain dengan menerapkan hal termudah dari 3D (dilihat, diraba dan diterawang), apabila masyarakat mendapati kedua jenis uang tersebut, diharapkan agar mereka dapat mengklarifikasi atau menukarkannya ke bank-bank terdekat.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, apabila menemukan uang palsu atau uang yang tidak layak edar, agar segera menukarkannya ke seluruh bank terdekat,” tegasnya. Seraya berkata sepanjang Januari dan Februari 2014, BI telah memusnahkan uang sebanyak lebih dari Rp 302,5 triliun.

 

TEKS        : WIJI LESTARI

EDITOR    : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster