Honorer K2 Datangi Kantor DPRD

 185 total views,  2 views today

PAGARALAM – Merasa tak mendapat perhatian penuh terhadap nasibnya, para honorer K2 yang dinyatakan tidak lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) datangi kantor DPRD Kota Pagaralam, Kamis (6/3).

 

Kordinator Lapangan (Korlap) Honorer K2, Mulyadi Putra Anom mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menyampaikan sejumlah keluhahan kepada Pemerintah Kota Pagaralam. Namun, hingga kini belum mendapatkan kejelasan yang betrarti.

  

“Memang kemarin sempat ada penjelasan dari walikota kalau kami akan dipekerjakan kembali sebagai tenaga kontrak, tetapi bila diperlukan. Yang menjadi permasalahan saat ini, bagaimana jika kami dianggap tidak diperlukan,” tanya Mulyadi.

  

Lanjutnya saat ini sudah ada beberapa guru honorer yang dipaksa keluar dari pekerjaannya dengan alasan sudah tidak ada jam lagi. Karena keberadaan guru sertifikasi sejauh ini harus memenuhi kuota mengajar dalam hitungan jam.

  

“Sesuai dengan ketentuan yang ada, guru sertifikasi mesti memenuhi kuotanya jika tidak ingin sertifikasinya dicabut. Sehingga dengan terpaksa harus memenuhi kuota mengajar yang selama ini dipakai oleh para honorer,” jelasnya seraya berujar kami para honorer K2 terpaksa tidak mempunyai lagi kesempatan untuk mengajar.

  

Hal senada dikatakan Yuliana, honorer K2 lainnya yang sudah belasan tahun mengajar di sebuah sekolah dasar. Ia mengatakan seiring bercucuran air mata mengungkapkan nasib pekerjaannya yang tidak ada kejelasan.

  

“Kami mempertanyakan kelanjutan nasib kami, karena sudah belasan tahun mengajar tapi tidak ada kejelasan. Nasib kami seakan-akan menggantung dan tidak punya harapan lagi,” ujarnya seraya berkata sejauh ini guru sertifikasi ingin memenuhi kuota mengajar, sedangkan pihak sekolah  tidak bisa mempertahankan kami karena terjegal oleh aturan yang ada.

  

Pantauan di lapangan, kedatangan rombongan honorer K2 ke gedung DPRD Kota Pagaralam langsunbg diterima Sekretaris Dewan, Patriot A Mundra SPd MM beserta staf. Sementara anggota DPRD sebanyak 25 orang sedang dinas keluar.

 

“Kita langsung menyambut kedatangan para honorer K2, dan akan difasilitasi kembali pada Senin 10 Maret mendatang, karena para dewan sedang dinas keluar kota,” singkatnya.

  

Sebelumnya Walikota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni memahami kegundahan para honorer K2 yang tak lulus CPNS. Namun, semua itu merupakan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN).

  

“Sejauh ini kami telah mengirimkan surat kepada Kementerian PAN RB untuk meminta petunjuk lebih lanjut agar kita dapat memberikan solusi yang terbaik bagi para honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun ini,” kata Ida.

  

Meski begitu, ada ribuan orang di seluruh Indonesia yang juga merupakan honorer K2 ini. Saat ini Ida  menyarankan, untuk sementara waktu lakukan dulu pekerjaan mereka seperti biasa sambil menunggu kebijakan lebih lanjut. Apalagi sebelumnya pemkot juga sudah merencanakan pemberdayaan terhadap 55 orang atau 50 persen tenaga honorer K2 di Kota Pagaralam dinyatakan tidak lulus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar ditampung kembali melalui tenaga P3K dengan perjanjian kerja atau outsourcing.

  

Dikatakannya, untuk pengumuman seleksi K2 sudah diumumkan melalui website resmi. Namun, agar memastikan kebenaran hasil tes ini bisa dicek langsung melalui hardcopy yang diambil Kepala BKD Kota Pagaralam.

  

“Untuk kelulusan honorer K2 tidak ada masalah di Kota Pagaralam. Apalagi, hasil tes sama seperti di website,” terangnya seraya berkata yang menjadi bahan pemikiran saat ini adalah honorer K2 yang tidak lulus mencapai 55 orang tersebut jika disesuaikan dengan aturan yang  ada saat ini tidak ada lagi sistem pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS.

  

Ia menambahkan, pihaknya berencana tetap mempekerjakan mereka dengan status outsourcing atau tenaga P3K dengan perjanjian kerja. “Pastinya mereka ini nantinya akan dianalisis terlebih dahulu sesuai kebutuhan daerah. Jika, memenuhi persyaratan dipekerjakan menjadi tenaga P3K perjanjian kerja,” jelasnya.

  

Diketahui, dari 110 peserta tes tenaga honorer K2, ada sebanyak 55 orang atau 50 persennya yang dinyatakan lulus. Para honorer K2 yang lulus, sejauh ini mulai mengurus berkas-berkas mereka untuk kelengkapan administrasi menjadi CPNS.

 

TEKS        : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster