Diduga Ada Kecurangan Seleksi CPNS K2

 290 total views,  2 views today

cpns

MUARAENIM – Diduga ada kecurangan, yang terjadi dalam hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tenaga honorer katagori dua (K2) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim.

Adanya dugaan kecurangan ini, diungkapkan dalam sejumlah laporan yang disampaikan masyarakat ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muaraenim. Kepala BKD Muaraenim, Siti Herawati, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, BKD dalam beberapa hari ini sudah menerima beberapa pengaduan. Pengaduan itu jelasnya, bukan berasal dari tenaga honorer yang tidak lulus seleksi tetapi pengaduan itu mengatasnamakan masyarakat.  “Benar, ada beberapa pengaduan yang kami terima. Laporanya dalam bentuk tertulis dan memang harus seperti itu,” kata Siti Herawati ketika dibincangi, Kamis (6/3).

Ia menyebut, dalam laporan yang diterima BKD tersebut melaporkan kecurangan saat pelaksanaan tes. Ada juga yang mengatakan dan mengungkapkan beberapa fakta terkait perekrutan honorer K2 tersebut.

Bahkan menurutnya, ada beberapa pengaduan yang langsung menyebutkan bentu-bentuk pelanggaran dan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan rekrutment tersebut. “Laporan yang kami terima beragam, ada yang mengeluhkan mengenai peserta yang tidak lulus dan ada juga yang mengungkapkan soal pelanggaran dan dugaan kecurangan,” jelasnya.

Terkait hal tersebut, kata dia, BKD tidak bisa mengambil keputusan. Namun BKD menyerahkan pemecahan masalah tersebut kepada Inspektorat Kabupaten Muaraenim, untuk ditindaklanjuti.

BKD sambungnya, memang membuka peluang kepada masyarakat untuk melaporkan jika memang ada penemuan-penemuan yang terkait dengan pelaksanaan rekrutment honorer K2. “Memang ada semacam uji publik, tapi itu semua nanti kita serahkan kepada Inspektorat untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menerangkan, jumlah honorer K2 yang lulus dalam seleksi CPNS di lingkungan Pemkab Muaraenim beberapa waktu lalu sebanyak 401 orang. Sementara total peesrta yang ikut sebanyak 951 peserta.

Menurut Herawati, jumlah peserta yang lulus tersebut, akan langsung dibagi penempatan tugasnya dengan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pembagian itu sendiri, terang dia, disesuaikan dengan alamat domisili para peserta yang lulus itu sendiri. “Jadi dibagi dua masing-masing untuk PALI sebanyak 104 orang dan untuk Muaraenim sebanyak 297 peserta,” jelasnya.

Terpisah Kapolres Muaraenim, AKBP Mohammad Aris melalui Kasat Reskrim, AKP Eryadi Yuswanto saat dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini pihaknya sama sekali belum menerima laporan dugaan adanya pelanggaran atau kecurangan, terkait rekrutment honorer K2 di Kabupaten Muaraenim tahun 2013 lalu.

Menurutnya, jika ada laporan yang masuk maka akan laporan tersebut akan dipelajari. “Jika memang ada indikasi pelanggaran pidana akan langsung ditindaklanjuti. Sejauh ini, kita belum menerima laporanya,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster