Warga Jungkal dan Polisi Nyaris Bentrok

 216 total views,  2 views today

Warga Desa Jungkal yang pro dan kontra terhadap hadirnya  PT Maha Indo.

Warga Desa Jungkal yang pro dan kontra terhadap hadirnya PT Maha Indo. | Foto : Doni

KAYUAGUNG – Warga Desa Jungkal Kecamatan Pampangan yang pro dan kontra terhadap kehadiran perusahaan PT Maha Indo bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit,  kembali mendatangi kantor Pemerintah Daerah (Pemda) OKI. Untuk meminta kepastian dari pemerintah. Warga yang pro tadi nyaris bentrok sama aparat kepolisian yang berjaga di Pemda, Rabu (5/3)

“Ada sebagian warga yang setuju dengan kehadiran perusahaan dan ada yang tidak seteju,”  kata warga Jungkal yang setuju dengan kehadiran perusahaan. Demikian ada kelompok warga Desa Jungkal yang menolak kehadiran perusahaan, karena menurut warga, perusahaan telah menyerobot lahan masyarakat.

Aksi masyarakat yang pro kehadiran perusahaan akan menerobos pagar betis kepolisian untuk mendesak pemerintah agar cepat diberikan penyelesaian. “Sabar pak, di atas masih ada pertemuan antara kelompok Sudirman dengan kelompok A Rahman,” kata AKP Dwi Handoko yang berusaha mendinginkan suasana yang panas antara pihak kepolisian yang menjaga dengan masyarakat.

Tak urung, situasi sempat memanas dan saling adu argumen antara polisi dengan warga tersebut. Ketika hendak menyaksikan pertemuan antara warga Desa Jungakl yang pro dan kontra di ruang Bende Seguguk 1 yang dihadiri Wakil Bupati OKI M Rifai SE, Asisten I Drs H Imam Sahuri MPd, Kabag Pertanahan Suhami AP Msi, Dinas Perkebunan Ahmad Rosidan SP, Unsur BPPM OKI Ahmad Fuad Ssi.

Serta unsur BPN,  Sofyan Hutagalung, Camat Pampangan Alexander Bastomi SP Msi, Kapolsek Pampangan AKP Noprial SH, Danramil Pampangan Kapten Suwarno, serta dari PT Maha Indo Delano dan Masnil. Demikian perwakilan warga yang pro A Rahman dan Sudirman yang kontra.

“Bapak seorang penegak hukum jadi tolong perhatikan masyarakat,” kata warga Jungkal yang pro dihadapan polisi.

Warga ini, mendesak agar ada kesepakatan antara kelompok Sudirman dengan A Rahman mengenai keberadaan perusahaan. Terus terang pak dengan adanya perusahaan di desa kami ada jalan yang dibangun oleh perusahaan. Kalaun hanya mengandalkan pemerintah warga yakin, jalan desanya tak akan baik,” ujar warga pro perusahaan berucap secara serentak dihadapan polisi yang hendak menerobos masuk.

Usai menunggu agak lama, akhirnya ada kesepakatan tertulis dari hasil rapat sebagai tindak lanjut penyelesaian atas tuntutan kelompok Sudirman terhadap PT Maha Indo di ruang rapat bende seguguk 1. Hasil kesepakatan tadi yakni, pihak perusahaan PT Maha Indo pada prinsifnya siap berkomitmen untuk memberikan santunan atau ganti rugi atau kompensasi terhadap pemilik lahan, sepanjang jelas atas bukti-bukti kepemilikan masyarakat. Baik itu, luas lahan, lokasi atau letak lahan, surat menyurat, dan lain terkain lainnya. Melalui hasil inventarisir oleh tim desa, kecamatan bersama tim terpadu Kabupaten OKI.

Kemudian, masyarakat Desa Jungkal Kecamatan Pampangan secara keseluruhan siap mendukung kegiatan perkebunan PT Maha Indo.

“Ini keputusan yang diambil oleh kedua belah pihak antara warga Desa yang pro maupun yang kontra dengan pihak perusahaan. Jadi intinya warga Desa Jungkal sepakat dan menerima kehadiran perusahaan dengan kesepakatan tersebut,” kata Wabup OKI M Rifai SE melalui Asisten I Drs H Imam Sahuri MPd.

 

TEKS        : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster