Uang Berstempel Prabowo Beredar

 283 total views,  2 views today

Ilustrasi Uang yang Berstempel Prabowo | Ist

Ilustrasi Uang yang Berstempel Prabowo | Ist

PALEMBANG – Menjelang pesta demokrasi pada April mendatang, mulai beredar uang kertas pecahan Rp 10.000 hingga Rp 100.000 yang berstempelkan ketua pembina partai gerindra Prabowo Subianto pada uang tersebut juga tertuliskan ‘Prabowo: Satria Piningit, Heru Cakra Ratu Adil’.

Asisten Direktur Bidang Sistem Pembayaran BI Wilayah IV Palembang, Dadan M Sadrah mengatakan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya berhasil menemukan uang dengan stempel salah satu tokoh politik di palembang mulai dari pecahan Rp 10.000 hingga Rp 100.000.

Mengenai berapa jumlah uang tersebut Dadan enggan membeberkan. Menurut dia, saat ini jumlah uang tersebut belum terlalu banyak, akan tetapi masyarakat harus waspada terhadap peredaran uang tersebut. “ Uang yang berstempel Prabowo tersebut akan segera kita musnahkan,”katanya.

Stempel yang ditemukan pada uang tersebut kata dia, terdiri dari dua buah stempel, yakni stempel berbentuk bulat dan stempel berbentuk kotak. Tentu hal ini mendapat perhatian dari pihak BI Palembang, karena peredaran uang tersebut mengurangi jumlah uang yang tergolong layak edar di Wilayah Palembang.

Dia mengatakan, uang yang berstempel tersebut adalah uang asli akan tetapi karena sudah distempel maka uang tersebut sudah tidak layak lagi untuk di edarkan. “Uang yang telah rusak bahkan coretan sudah tidak lagi layak lagi untuk beredar apalagi uang tersebut di tempel itu harus dimusnahkan,”katanya saat ditemui diruang kerjanya Rabu (5/3).

Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang menemukan uang seperti itu agar segera menukarkannya ke Bank-Bank terdekat. “BI sudah menyebarkan surat edaran kepada pihak bank untuk menerima penukaran uang bercap sepanjang uang itu asli,”ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Sriwijaya Palembang mengatakan, kampanye seperti ini tidak dibenarkan jelas ini melanggar undang-undang perbankan dan bisa di proses secara hukum. “Setau saya uang itu, dicoret sedikit saja sudah tidak boleh edar apalagi kalau sampai dicap, ini jelas akan mengurangi jumlah uang yang layak edar,”jelasnya.

Dirinya berharap kepada panitia pengawas pemilu (Panwaslu) untuk mengambil sikap yang tegas terkait peredaran uang yang berstempelkan salah satu tokoh politik tersebut. “ Panwas harus memberikan peringatan kepada pihak terkait karena ini jelas melanggar dan tidak dibenarkan,”ungkapnya.

 

TEKS        : WIJI LESTARI

EDITOR    : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster