Tenaga Dokter di PALI Minim

 305 total views,  4 views today

-Dinkes Ajukan Tambahan Tenaga PTT-

PALI – Saat ini, tenaga dokter di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terbilang minim. Untuk melayani 167.641 jiwa penduduknya, Dinas Kesehatan ternyata hanya memiliki tujuh dokter umum dan satu dokter spesialis. Ketujuh dokter ini umum, empat diantaranya bertugas di RSUD Talang Ubi. Sementara tiga lainnya tersebar di tiga puskesmas.

Bahkan, Puskesmas Betung yang baru diresmikan penggunaannya pun belum memiliki dokter.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), PALI,  dr Hj Eni Zatila MKM. kepada Kabar Sumatera, Rabu (5/3), mengatakan, guna meningkatkan pelayanan kesehatan, harus dilakukan penambahan tenaga dokter. Untuk itu Dinas Kesehatan langsung mengusulkan meminta penambahan dokter PTT (pegawai tidak tetap).

“Kita sedang ajukan tambahan dokter. Kita sudah jadi kabupaten, pelayanan kesehatan harus lebih meningkat,” katanya.

Menurut Eni, tenaga PTT ini merupakan kewenangan dari Kementrian Kesehatan RI. Gaji para tenaga PTT itu dibebankan kepada APBN bukan APBD, sehingga dengan penambahan tenaga PTT ini, selain meningkatkan pelayanan kesehatan juga mengurangi beban APBD.

Tidak tanggung-tanggung, untuk mewujudkannya Dinkes meminta tambahan 18 dokter terdiri dari sembilan dokter umum, enam dokter gigi dan tiga dokter spesialis. Mereka nantinya akan ditempatkan di RSUD dan enam puskesmas yang ada.

“Kita juga sedang persiapan peningkatan klasifikasi rumah sakit dari type D menjadi type C. Salah satu syaratnya ketersediaan tenaga dokter. Karena itu kita juga minta tambah dokter spesialis bedah, spesialis obsetri dan ginekologi (SpOG) dan spesialis anak,” ujar Eni.

Selain meminta penambahan tenaga dokter, Dinkes juga meminta penambahan tenaga PTT untuk klasifikasi Diploma III seperti keperawatan dan kebidanan. Hal ini untuk menyelesaikan pembangunan puskesdes.

“Saat ini dari 71 desa dan kelurahan yang ada di kabupaten PALI baru terbentuk 58 puskesdes. Artinya masih ada 13 desa yang belum memiliki puskesdes,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun kedepan, seluruh desa akan memiliki puskesdes. “Nanti semua desa akan dibangun puskesdes. Tentunya secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. Apalagi puskesdes juga harus dilengkapi dengan peralatan kesehatan yang biayanya besar,” jelas Alumni pasca sarjana Universitas Indonesia ini.

 

Teks      : Indra Setia Haris

Editor    : Junaedi Abdillah





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster